Keluhkan PPL Jarang Turun, Petani Ingat Era Soeharto

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sejumlah petani di kabupaten Kulonp Pogo mengeluhkan minimnya perhatian petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terhadap para petani beberapa tahun belakangan ini. Tak ayal membuat petani ingat PPL masa Presiden Soeharto,

Menurut para petani, kondisi seperti saat ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan masa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto beberapa puluh tahun lalu. Saat itu jumlah PPL yang diterjunkan ke lapangan cukup banyak, sehingga mampu mendampingi para petani dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi.

“Sekarang ini, hampir sama sekali tidak ada PPL yang rutin turun ke lapangan. Paling hanya sekali dalam kurun waktu beberapa bulan. Sehingga para petani berupaya mengatasi berbagai persoalan secara mandiri. Seperti misalnya mengatasi gagal panen karena masalah hama, atau harga yang anjlok. Semua dilakukan sendiri. Tanpa ada yang mendampingi,” ujar salah seorang petani Giono asal Dusun Demen, Wijimulyo, Nanggulan, belum lama ini.

Salah seorang petani Giono, warga Dusun Demen, Wijimulyo Nanggulan, saat ditemui Cendana News, Senin (8/2/2021). -Foto: Jatmika H Kusmargana

Giono menilai hal itu bisa terjadi kemungkinan karena jumlah tenaga PPL saat ini yang semakin minim. Sementara tidak ada perekrutan PPL baru dari pihak terkait. Sehingga akhirnya jumlah PPL yang ada, tidak mampu menjangkau para petani yang tersebar di berbagai wilayah yang ada.

“Kalau di zaman Pak Harto dulu, PPL rutin turun ke lapangan untuk memberikan arahan. Jadi para petani lebih enak, karena ada yang mendampingi. Tidak seperti sekarang,” katanya.

Para petani seperti Giono hanya bisa berharap agar ke depan pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi para petani dengan berbagai persoalannya. Minimal dengan senantiasa mendampingi para petani dalam menjalankan kegiatan penanaman sejak awal tanam hingga masa panen. Dengan begitu diharapkan hasil panen bisa semakin meningkat dan kesejahteraan petani semakin membaik.

“Kalau bisa ya dikembalikan seperti dulu. Banyak PPL yang diturunkan untuk mendampingi dan mengarahkan petani. Jadi jika ada persoalan petani tahu harus mengadu ke mana. Kalau sekarang kan susah. Setiap ada persoalan kita bingung mau mengadu ke mana,” pungkasnya.

Lihat juga...