Kemenkop UKM Usulkan Anggaran PEN 2021 Rp29,21 Triliun

Editor: Makmun Hiadyat

JAKARTA — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengusulkan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 total sebesar Rp 29,21 triliun. Anggaran tersebut akan disalurkan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki mengatakan, pandemi Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat berdampak terkontraksinya pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga keberlanjutan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tahun 2021 penting adanya.

“Program ini sebagai upaya agar pelaku UMKM dapat bertahan di tengah gempuran krisis dampak Covid-19,” ujar Teten dalam keterangan yang diterima Cendana News, Senin (8/2/2021).

Menurutnya, berdasarkan survei dampak Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Bank BRI tahun 2020, sebanyak 72 persen pelaku UMKM menyatakan membutuhkan tambahan modal usaha.

Dari presentasi itu terinci sebanyak 41, 3 persen pelaku UMKM membutuhkan modal tambahan sekitar Rp 2 juta-Rp5 juta. Dan 21,3 persen membutuhkan modal tambahan kisaran Rp 5 juta-Rp 5 juta.

Terkait pentingnya program PEN bagi pelaku UMKM diterapkan kembali pada 2021 ini. Maka, Kemenkop UKM mengusulkan anggaran program PEN 2021 dengan total sebesar Rp 29,21 triliun.

Rinciannya, sebut Teten, subsidi bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) 2021 sebesar 6 persen terdiri dari Pagu Anggaran (Reguler) sebesar Rp14,84 triliun, dan Kebutuhan Anggaran Tambahan Regular ditambah penanggulangan untuk Covid-19 sebesar Rp 11,05 triliun.

Adapun pembiayaan investasi melalui koperasi dengan usulan anggaran sebesar Rp1 triliun.

“Program KUR bunga 0 persen dengan usulan anggaran sebesar Rp 2,32 triliun dan targetnya untuk 5 juta usaha mikro,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dampak program PEN tahun 2020 terhadap koperasi dan UMKM, tercatat sebanyak 99 persen pelaku UMKM yang ikut mendaftar sudah menerima bantuan.

Sebesar 58 persen membutuhkan tambahan modal untuk mempercepat pemulihan usaha, dan sebesar 49 persen membutuhkan tambahan modal hingga Rp 50 juta.

“Mayoritas UMKM optimis dapat bertahan lebih dari 12 bulan, dan omset usaha dapat kembali normal,” tukasnya.

Dari data survai BPUM), mayoritas pelaku UMKM tersebut menggunakan dana bantuan PEN yakni untuk pembelian bahan baku dan pembelian barang modal.

Lihat juga...