Kenali Vertigo Sentral dan Indikasinya pada Otak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Banyak orang yang pernah mengalami vertigo. Tapi banyak dari mereka tidak pernah menyadari bahwa ada tipe vertigo yang masuk dalam kategori membahayakan, yaitu vertigo sentral.

Spesialis Saraf RS Pusat Pertamina (RSPP) dr. Rr. Fika Tiara, WW, Sp.S, menyatakan, vertigo bisa terjadi pada usia berapa saja. Tapi mayoritas vertigo terjadi pada orang dewasa hingga lanjut usia.

“Gejala umum vertigo itu adalah sensasi berputar. Yang membedakannya adalah termasuk jenis apa vertigo yang dirasakan. Karena tidak seperti vertigo perifer, vertigo sentral menunjukkan adanya kelainan di otak,” kata dr. Fika dalam acara online kesehatan, yang diikuti Cendana News, Jumat (26/2/2021).

Vertigo sentral dapat disebabkan oleh penyakit yang berasal dari susunan saraf pusat atau otak. Secara klinis, adanya kerusakan dapat diakibatkan oleh infark/sumbatan atau pendarahan pada otak kecil (serebelum), nuklei vestibular, atau jaras-jaras ke batang otak. Penyebab lain yang juga bisa menimbulkan vertigo adalah tumor, infeksi, trauma, dan multiple sclerosis.

Vertigo sentral juga ditentukan berdasarkan karakteristik, durasi, faktor-faktor yang menginduksi, gejala penyerta, dan gejala yang melatarbelakanginya.

Karakteristik vertigo bisa berupa rotasi atau ketidakseimbangan. Vertigo juga bisa ditimbulkan oleh stimulasi fisiologi, misalnya pada ketinggian, motion sickness atau disfungsi patologi dari sistem sensori yang menstabilisir.

Pengalaman vertigo ini dibedakan atas persepsi self motion seseorang selama gerakan natural atau bisa juga sebagai gangguan persepsi terhadap lingkungan yang diam.

Ilustrasi seseorang yang terpapar vertigo, disampaikan Spesialis Saraf RS Pusat Pertamina (RSPP) dr. Rr. Fika Tiara, WW, Sp.S, dalam acara online Kesehatan, Jumat (26/2/2021) – Foto: Ranny Supusepa

Vertigo harus dibedakan dengan dizziness (rasa pusing) non-vertigo, meliputi sensasi ringan kepala atau kepala seperti melayang, pingsan atau pening tidak disertai ilusi gerakan. Berlawanan dengan vertigo, sensasi ini dihasilkan oleh keadaan-keadaan yang mengganggu suplai darah, oksigen atau glukosa ke otak.

“Obat yang biasa digunakan untuk vertigo tidak dapat meredakan gejala pusing berputar yang dikeluhkan bila orang itu terkena vertigo sentral,” ucapnya.

Pada vertigo sentral, terapi terbaik adalah dengan menangani penyakit utama yang mendasari keluhan tersebut.

“Pasien harus menjalani pemeriksaan secara keseluruhan untuk mengevaluasi kondisi otak, khususnya serebelum dan batang otak yang sangat erat kaitannya dengan sistem keseimbangan,” ungkapnya.

dr. Fika menyatakan bagi para penderita vertigo sentral sebaiknya menghindari untuk mengendarai kendaraan.

“Jika terjadi kondisi berputar, sebaiknya jangan segera membuka mata hingga sensasi berputar menghilang. Atau jangan menggerakkan kepala secara mendadak. Karena akan membuat peningkatan sensasi berputar. Dan yang paling utama, sesegera mungkin ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Terutama jika kejadian ini terus berulang dengan periode sensasi yang lama,” pungkasnya.

Lihat juga...