Kerajinan Bissek, Peluang Usaha Rumahan di Bondowoso

Editor: Makmun Hidayat

BONDOWOSO — Usaha pembuatan tempat ikan atau bissek cukup memberikan peluang bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19 di Bondowoso, Jawa Timur, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumaria, salah satu warga di Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, mengaku memulai usahanya sejak 4 tahun yang lalu.

“Saya memulai usaha pembuatan tempat ikan ini sudah lama, kurang lebih hampir 4 tahunan. Selama masa pandemi ini, sedikit banyak masih bisa ada pemasukan,” ujar pelaku usaha bissek, Jumaria kepada Cendana News di tempat usahanya di Bondowoso, Selasa (16/2/2021).

Jumaria menambahkan, memulai usaha sejatinya tidak memerlukan ide yang begitu sulit untuk dijalankan, dan tidak memerlukan biaya yang sangat mahal. Setidaknya saat ingin menjalankan usaha yang utama dilakukan dengan serius dan terus menerus.

“Sebagai ibu rumah tangga, masih bisa melakukan kegiatan yang sekiranya menghasilkan pemasukan. Seperti usaha yang saya kerjakan sampai saat ini. Bagi saya setiap ada ide akan membuat usaha apa, itu saja yang langsung saya kerjakan tidak perlu menunda-nunda,” imbuhnya.

Pelaku usaha bissek Desa Curahpoh, Jumariah, saat ditemui di rumahnya, Selasa (16/2/2021). -Foto: Iwan Feri Yanto

Membangun usaha sejatinya memulai dengan apa yang bisa dilakukan terlebih dahulu. Karena modal bagi pengusaha ialah kemampuan dari keahlian yang dimiliki seseorang.

“Bagi saya apa yang bisa saya lakukan dan menghasilkan itu yang saya lakukan. Keinginan untuk usaha yang lebih besar dari yang saya lakukan saat ini tentu ada, tapi secara kemampuan belum ada dan membutuhkan modal yang besar, lebih baik saya tidak melakukan terlebih dahulu. Lebih baik saya menjalankan usaha yang mudah saya lakukan dan menghasilkan, walaupun tidak begitu banyak,” tuturnya.

Ia menambahkan, masa pandemi juga berpengaruh kepada penghasilan yang didapatkan. Tapi yang lebih berpengaruh pada saat musim ikan berkurang. Sebelum masa pandemi, setidaknya bisa menjual usaha tempat ikan sebanyak seribu biji, dan harga per seratus biji sejumlah Rp13 ribu, paling turun sekitar Rp11 ribu per seratus bijinya. Sedang saat masa pandemi ini harga perbijinya senilai Rp9 ribu.

“Walaupun harga jualnya segitu-gitu saja, tapi tetap saya lakukan yang terpenting bisa ada penghasilan,” tambahnya.

Berkat dari keterampilan yang dimiliki tentunya menjadi keuntungan sendiri. Bagi sebagian orang yang menyerah dalam keadaan pandemi Covid-19, namun ada warga yang memilih konsisten untuk menjalankan usahanya agar tetap berjalan

“Usaha tempat ikan menurut saya mudah dalam membuatnya. Sedangkan untuk biaya modal yang dikeluarkan tidak begitu banyak. Sebelumnya saya juga sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah yakni alat-alat kelengkapan yang dijadikan usaha,” tandasnya.

Pengusaha tempat ikan, Aminah, mengatakan,  setidaknya dalam memulai usaha yang diinginkan adalah hasil dari keuntungannya. Walaupun tidak begitu besar, akan tetapi memberikan peluang pendapatan dalam keluarga.

“Ketika awal mulanya mempelajari membuat usaha tempat ikan tidak begitu sulit. Setelah itu saya membuka usaha sendiri. Usaha membuat tempat ikan memang tidak besar hasilnya, tapi setidaknya bagi saya tidak nganggur-nganggur banget diisi dengan membuat tempat ikan ini yang bermanfaat. Hampir setiap warga di sekiar sini memulai menjalankan usaha bissek,” pungkasnya.

Lihat juga...