Keseriusan Penetapan Kranggan Jadi Kampung Budaya, Dipertanyakan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Pencanangan kampung Kranggan kelurahan Jatirangga, Jatisampurna, menjadi Kampung Budaya di Kota Bekasi, Jawa Barat dipertanyakan.

Koordinator Tim PPKD Bekasi, Aki Maka (Kanan), Minggu (21/2/2021) mempertanyakan keseriusan penetapan Kranggan sebagai Kampung Budaya. Foto: Muhammad Amin

Pasalnya sudah hampir dua tahun berlalu tim Pokok Pikir Pemajuan Kebudayaan Daerah (PPKD) mengajukan dan telah disetujui pusat, tapi tidak ada keseriusan daerah melalui daerah melalui Dinas Pariwisata dan kebudayaan.

“Melalui Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) di Jakarta pada Desember 2018, Tim PPKD Kota Bekasi yang terlibat mengajukan Kranggan, Jatisampurna, menjadi Kampung Budaya dan disetujui bahkan telah ditinjau langsung oleh DPR RI. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ungkap Aki Maja sapaan akrab Yusirwan, Budayawan Kota Bekasi, selaku koordinator PPKD kepada Cendana News, Minggu (21/2/2021).

Kehadiran Tim Kunspek Komisi X DPR RI ke Kota Bekasi pada 22 Januari 2019, meninjau langsung Kampung Kranggan. Saat itu disambut dengan sukacita oleh Pemkot Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan kebudayaan, Camat Jatisampurna, Lurah Jatirangga, Para Kokolot, Anggota DPRD Kota Bekasi, Unsur Muspika, serta para tokoh dan masyarakat. Hampir dua tahun berlalu realisasi tersebut masih nol.

Diakuinya, selama ini Tim PPKD mendapat pertanyaan masyarakat terkait Lambannya respon pemerintah terkait penetapan Kampung Kranggan sebagai Kelurahan Budaya. Sehingga mempertanyakan keseriusan Disparbud Kota Bekasi dan Pemkot Bekasi dalam merealisasikan rencana tersebut.

Menurut Ki Maja, Kampung Kranggan menjadi Kampung Budaya hanya menghitung hari jika saja para pengambil kebijakan memiliki sense of belonging yang tinggi serta political will keberpihakan kepada kepentingan menjaga peradaban dan kemakmuran masyarakat lokal, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan tidak semata membangun hegemoni millennium.

Jika dicermati secara kesiapan Kelurahan Jatirangga imbuh Ki Maja, khususnya Kampung Kranggan dari segi historis, geografis, ekonomis baik kualitas dan kuantitas sumber daya manusianya maupun sumber daya alam, seni budaya maupun adat tradisi cukup baik dan mendukung.

Disampaikan bahwa secara kuantitatif masyarakat Kranggan memiliki jumlah kokolot atau pini sepuh yang masih banyak dan melestarikan budaya, seperti rumah adat, kesenian tradisional, puluhan sanggar, UMKM, pengrajin home industri, pusat kuliner, penginapan/hotel, transportasi dan lainnya.

“Ini yang saya dapat dari hasil komunikasi dengan Lurah Ahmad Apandi, tokoh maupun survey dan observasi. Begitupun dari sisi kualitatif sebagaimana dituturkan oleh Kolot Suta Tjamin, salah satu sesepuh Kranggan, masyarakat Kranggan masih alami dan kuat memegang adat dan tradisi tidak seperti kampung lainnya, tradisi sedekah bumi/babaritan, seren tahun, dan sebagainya, secara kualitas memenuhi syarat sebagai kampung budaya,” lanjut Aki Maja menjelaskan.

Atas dasar itu Ki Maja berharap, jangan biarkan kepentingan ekonomi justru mengalahkan keberadaan dan nilai tradisi. Karena banyak ditemukan di beberapa tempat wisata, justru nilai ekonomi yang dikedepankan, membangun berbagai sarana bisnis dengan mengesampingkan maintenance, pelestarian dan pengembangan budaya itu sendiri.

Sebelumnya, tim PPKD Kota Bekasi terdiri dari Maja Yusirwan, Suta Tjamin, H. Usman Affandi, mengikuti Kongres Kebudayaan Indonesia Desember 2018 dengan memperkenalkan Kampung Kranggan yang masih terjaga dari sisi kebudayaannya sejak turun temurun hingga sekarang.

Hal senada juga mendapat dukungan dari para tokoh kranggan seperti Anim Imanudin, Suta Tjamin, Yusuf Naseh maupun tokoh pemudanya. Artinya Kelurahan Jatirangga yang secara administratif memiliki wilayah kampung Kranggan hanya tinggal memfasilitasi dan mengajukan regulasi kepada Pemkot Bekasi.

“Tertundanya pencanangan Kampung Kranggan Kelurahan Jatirangga sebagai Kelurahan Budaya Kota Bekasi yang hampir dua tahun ini, terutama sejak adanya pandemik covid 19 masyarakat mempertanyakan keseriusan Disparbud Kota Bekasi dan Pemkot Bekasi dalam merealisasikan rencana tersebut,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Jatisampurna Wahyudin, terkait wacana Kampung Kranggan di Kelurahan Jatirangga menjadi Kampung Budaya meminta Cendana News, konfirmasi langsung ke lurah setempat. Diakuinya, lurah lebih memahami terkait wilayah Kranggan sebagai kampung budaya.

Sebelumnya Lurah Jatirangga, Affandi menyampaikan bahwa penetapan Kampung Kranggan sebagai kawasan budaya terhalang karena Covid-19. Wacana tersebut sudah mau digelar Oktober tahun 2020, tapi karena korona batal di laksanakan. Namun dia tidak bisa memastikan kapan realisasi kembali di jadwalkan.

Lihat juga...