Korban Banjir di Desa Bunibakti Bekasi Masih Mengungsi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Puluhan rumah warga di dua Kampung Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilanda banjir yang hingga kini belum surut. Ratusan warga sudah lima hari mengungungsi dengan mendirikan tenda mandiri di sekitar kampung. 

Dua kampung tersebut, yakni Kampung Tambun Kolar dan Tambun Expres, di mana ketinggian sempat mencapai 90 centimeter dan sampai sekarang masih tersisa 40 centimeter, masuk ke pemukiman warga.

Sampai sekarang, belum ada perhatian dari pemerintah setempat, seperti bantuan logistik, tenda pengungsian dan lainnya. Bantuan hanya baru dari relawan, seperti nasi bungkus. Padahal, lokasi pengungsian warga tidak jauh dari rumah kepala desa.

Bang Iful, warga Kampung Impres, ditemui Cendana News di lokasi banjir, Rabu (10/2/2021). –Foto: M Amin

Pantauan Cendana News, terlihat warga mendirikan tenda di pinggir jalan menggunakan terpal, dan lainnya.Tenda tersebut dibuat secara mandiri, karena rumah tidak bisa ditempati akibat luapan Kali Pembuangan, jalur Pertamina ditambah curah hujan yang terus melanda wilayah setempat.

“Tolong, dong Pak, biar warga yang berada di pengungsian ini bisa mendapat perhatian. Kasihan anak-anak, sekarang mulai pilek, demam, gatal-gatal, karena sudah lima hari di pengungsian,”ungkap Bang Ipul, warga RT 018/10, Tambun Impres, Desa Buni Bakti kepada Cendana News, Rabu (10/2/2021).

Dikatakan Saiful, sudah lima hari banjir di kampung Tambun Impres RT 018/10 Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, belum surut. Bantuan logistik dari BPBD Kabupaten Bekasi belum turun juga. Padahal, jelasnya, jarak tempat warga mendirikan tenda 100 meter dari rumah kepala desa, tapi Kades belum ada perhatian.

Bang Iful melaporkan, bahwa  puluhan rumah warga di wilayahnya masih terendam banjir mencapai ketinggian 50-80 cm. Kondisi tersebut membuat ratusan warga memilih tetap bertahan di tenda tepi jalan yang didirikan secara gotong royong menggunakan terpal seadanya.

“Sudah lima hari, baik pemerintah kecamatan, desa dan  kabupaten Bekasi tidak ada yang kontrol ke lokasi,” ujarnya.

Banjir diakibatkan saluran Kali Pembuangan yang tidak jauh dari pemukiman warga, tersumbat sampah dan ditumbuhi tanaman liar eceng gondok. Sehingga saat debit air meningkat dan saluran tersumbat dan meluap. Ditambah curah hujan tinggi.

Ahamad, warga lainnya, mengaku warga butuh bantuan makanan siap saji dan pakaian layak pakai, dan obat-obatan, terutama bagi anak-anak yang mulai dilanda gatal dan demam.

“Sudah sejak Jumat, warga di tenda seadanya. Sampai sekarang belum ada perhatian. Padahal, kami buat tenda di tepi jalan raya posisinya tidak jauh dari rumah kades,” tuturnya.

Lihat juga...