Korban Banjir Manado Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi banjir di jalan depan Polda Sulawesi Utara dan Kantor PLN Wilayah Suluttenggo di Kota Manado, Jumat (22/1/2021). -Foto: ANTARA/HO-BPBD Kota Manado

MANADO – Sejumlah warga korban banjir yang melanda Kelurahan Dendengan Dalam Lingkungan VII Manado, masih bertahan di tempat pengungsian, di SD Negeri 56 Manado.

Salah satu warga, Petrus Martin mengatakan, warga mengungsi ke lokasi tersebut, sejak terjadi bencana banjir pertama kali. Warga sempat kembali ke rumah, namun dua hari kemudian terjadi kembali banjir kedua pada Jumat (22/1/2021). “Banjir kedua lebih hebat, sehingga mengungsi di sekolah tersebut,” katanya, disela-sela menerima bantuan sembako dari Kodam XIII Merdeka, Senin (8/2/2021).

Warga masih bertahan di tempat pengungsian, sebab masih merasa khawatir terjadi banjir susulan, karena cuaca saat ini masih terjadi hujan. “Rumah yang ada sudah dibersihkan, tetapi masih bau becek, apalagi ada cucu yang masih bayi,” katanya.

Olha Lomba, warga lainnya mengatakan, masih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir dengan masih terjadinya hujan. “Masih khawatir, keadaan cuaca, hujan masih terus turun,” katanya.

Di lokasi pengungsian tersebut, terdapat sekira sebelas Kepala Keluarga (KK), yang sampai saat ini masih bertahan. Kota Manado, pada Januari 2021 ini sudah dua kali dilanda bencana banjir serta tanah longsor. Kejadian pertama adalah di Jumat (22/1/2021).

Kodam XIII/Merdeka, Senin (8/2/2021) memberikan bantuan sembako kepada korban banjir di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. “Bantuan ini sebagai kepedulian terhadap warga korban banjir,” kata Aster Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Idris Soemantri Roni, di sela-sela penyerahan bantuan sembako di SDN 56 Manado, di Manado, Senin (8/2/2021).

Bantuan seperti yang disampaikan, disebutnya, tidak hanya diberikan di tempat itu. Tetapi juga disampaikan di tempat lainnya. “Bantuan tidak hanya terpusat di sini, tetapi juga akan melihat tempat lainnya yang perlu dibantu,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...