Korban Gempa di Mamuju Butuh Bantuan Modal Usaha

MAMUJU — Relawan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimpinan Kota meminta pemerintah memberikan bantuan modal usaha kepada korban gempa Mamuju.

“Kami harap ada langkah pemerintah memberikan bantuan modal usaha agar warga korban bisa memulai kembali pekerjaan mereka,” kata Irfan, elawan FPPI Mamuju di Mamuju, Jumat (12/2/2021).

Ia mengatakan dampak ekonomi akibat gempa diharapkan dapat ditangani pemerintah Sulbar terutama mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat agar kembali normal.

Ia meminta, pemerintah memperbaiki penghidupan warga terdampak bencana dan pemulihan ekonomi secara cepat, terutama mereka yang kehilangan mata pencaharian

“Pemerintah harus memerhatikan pemulihan ekonomi, jangan hanya menghabiskan APBD untuk pelayanan tidak penting apalagi perjalanan dinas serta belanja rutin yang tidak efektif,” katanya.

Ia mengaku kecewa dengan langkah pemerintah Sulbar yang dianggap sepihak dengan memberhentikan petugas cleaning service pemerintah Sulbar karena akan menambah masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat gempa.

“Petani, nelayan dan pekerja lainnya, seperti pedagang, buruh, tukang ojek dan cleaning service, terdampak ekonominya, jangan tambah beban mereka tetapi bantu mereka agar kembli pulih,” katanya.

Menurut dia petani kehilangan lahan garapan akibat tanahnya longsor dan nelayan masih belum berani melaut dan lebih memilih bertahan di tenda pengungsian sementara buruh banyak kehilangan pekerjaan akibat bangunan tempat bekerja roboh.

“APBD Sulbar mesti digunakan untuk pemulihan ekonomi, karena yang perlu diingat warga tidak hanya kehilangan tempat hidupnya tapi juga kehilangan pekerjaan, ini harus menjadi perhatian pemerintah dalam menangani bencana ini,” katanya..

FPPI Mamuju juga mendesak pemerintah agar menjamin kehidupan penyintas gempa di pengungsian karena korban meninggal di lokasi pengungsian telah terjadi.

Jumlah pengungsi di Sulbar secara keseluruhan mencapai 91.003, jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Kabupaten Mamuju, sebanyak 58.123 orang, di Kabupaten Kabupaten Majene sebesar 25.737 orang, sementara pengunsi Kabupaten Polman sebanyak 5.343 orang.

Menurut dia, untuk data korban meninggal dunia sebanyak 105 orang, dengan rincian 95 orang di Kabupaten Mamuju, 10 orang di Kabupaten Majene.

Sementara untuk data kerusakan rumah, terbanyak di Kabupaten Mamuju sebanyak 11.422, kerusakan tersebut terdiri dari rusak ringan sebanyak 5.527, rusak sedang sebanyak 3.844, dan rusak berat sebanyak 2.051.

Sedangkan di Kabupaten Majene, rumah rumah rusak sebanyak 5.929, terdiri dari 1.656 rusak ringan, 1.538 rusak sedang dan 2.735 rusak berat. (Ant)

Lihat juga...