KPI Minta Lembaga Penyiaran Publik Berikan Informasi Penangan Bencana

MAMUJU — Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Muhammad Reza meminta lembaga penyiaran publik (LPP) memberikan informasi penanganan bencana gempa di Mamuju dan juga penanganan pandemi COVID-9.

Ia mengatakan di Mamuju, Sabtu bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan ke sejumlah LPP yakni RRI Mamuju dan TVRI Sulbar dan juga LPP lainnya di Provinsi Sulbar.

Menurut dia, simpang siurnya pemberitaan terkait bencana gempa yang dapat merisaukan masyarakat.

Oleh karena itu LPP diminta harus tampil terdepan sebagai corong utama bagi para penyintas gempa untuk memberikan informasi bencana yang benar kepada masyarakat.

“Lembaga penyiaran harus tampil di depan memberikan informasi dengan yang menyejukkan bagi para pengungsi di tengah traumatik yang menimpanya,” ujarnya.

Ia juga meminta agar LPP tetap memberikan informasi penanganan bencana gempa untuk masyarakat.

“Saya meminta agar lembaga penyiaran menjadi sentral informasi penanganan bencana, saat bencana kita butuh bergandengan tangan agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang bohong,” ujarnya.

Ia juga berharap, LPP di Sulbar bersinergi dengan KPID Sulbar dan pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi bencana, serta dalam melakukan informasi yang mengobati trauma masyarakat setiap saat.

Selain itu memberikan informasi perkembangan dan pencegahan COVID-19 kepada masyarakat Sulawesi Barat meskipun dengan keadaan darurat akibat gempa.

Gempa 6,2 magnitudo di Sulbar mengakibatkan 91.003 warga Kabupaten Majene dan Mamuju mengungsi terbanyak berasal dari Kabupaten Mamuju, sebanyak 58.123 orang, di Kabupaten Majene  25.737 orang, sementara pengungsi Kabupaten Polman sebanyak 5.343 orang.

Menurut dia, untuk data korban meninggal dunia sebanyak 105 orang, dengan rincian 95 orang di Kabupaten Mamuju, 10 orang di Kabupaten Majene.

Sementara untuk data kerusakan rumah, terbanyak di Kabupaten Mamuju sebanyak 11.422, kerusakan tersebut terdiri dari rusak ringan sebanyak 5.527, rusak sedang sebanyak 3.844, dan rusak berat sebanyak 2.051.

Sedangkan di Kabupaten Majene, rumah rumah rusak sebanyak 5.929, terdiri dari 1.656 rusak ringan, 1.538 rusak sedang dan 2.735 rusak berat. [Ant]

Lihat juga...