KSOP Sampit Tindaklanjuti Insiden BBM Tumpah di Sungai Mentaya

SAMPIT — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, akan memberi teguran terkait insiden tumpahnya bahan bakar minyak (BBM) di Sungai Mentaya.

“Nanti akan diberikan surat teguran dan pembinaan terhadap operator dan pihak kapal,” kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Sampit, Baslan Damang di Sampit, Rabu (17/2/2021).

KSOP Sampit telah menindaklanjuti informasi terkait insiden tumpahnya BBM di perairan Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang. Lokasi kejadian tidak jauh dari dermaga Pertamina Depo Sampit.

Baslan mengatakan, tindak lanjut tidak hanya dengan turun ke lapangan, tetapi juga menelusuri penyebab kejadian itu. Hal terpenting adalah mendorong penanganan agar tumpahan minyak tersebut tidak sampai mencemari sungai.

“Tindakan yang kami lakukan adalah memanggil dan memintai keterangan, melakukan pemantauan langsung ke lokasi serta membantu dan mengarahkan pihak Pertamina dalam penanggulangan tumpahan BBM untuk operasional SPOB Mahakam,” kata Baslan.

Keterangan didapat dari Lurah Baamang Hulu Kasmojoyo. Dia mengaku mendapat penjelasan dari pihak KM SPOB Mahakam bahwa BBM yang tumpah ke Sungai Mentaya tersebut bukan akibat bocornya kapal pengangkut BBM tersebut, melainkan tumpahan atau meluber saat pengisian.

“BBM itu tumpah ke sungai saat pemindahan dari tangki utama ke tangki harian,” kata Kasmojoyo.

Disebutkan, ada sekitar 500 liter BBM yang meluber. Sekitar 300 liter sempat diamankan, sedangkan 200 liter tumpah ke sungai. Kejadian itu langsung diatasi dan tidak ada lagi BBM yang tumpah ke sungai.

Satuan Reserse Kriminal Polres Kotawaringin Timur juga sudah turun ke lokasi bertemu pihak kapal tanker pengangkut BBM tersebut, Selasa (16/2) siang. Namun belum disimpulkan apakah ada faktor kelalaian maupun pencemaran sungai dalam kejadian itu.

“Kami juga akan cek apakah ada terjadi pencemaran di Sungai Mentaya. Kita tentu akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait masalah ini,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kotawaringin Timur AKP Zaldy Kurniawan.

Sementara itu Rahmat Noor, tokoh pemuda Kecamatan Baamang meminta kejadian itu diselidiki dan diproses sesuai ketentuan. Kejadian itu membuat warga setempat khawatir karena beberapa tahun silam pernah terjadi kebakaran akibat insiden hampir serupa.

Kasus ini harus menjadi perhatian Pertamina, pengelola tanker pengangkut BBM dan pemerintah daerah agar tidak terulang. Belum lama ini kawasan itu juga terjadi insiden kapal tanker pengangkut BBM menyenggol permukiman sehingga membuat beberapa lanting, sampan atau perahu motor milik warga rusak, untungnya pihak kapal bersedia bertanggung jawab.

“Selain harus mengutamakan keselamatan masyarakat, kami berharap Pertamina juga memperhatikan kondisi di daerah sini. Seperti jalan di sekitar Pertamina ini gelap, ya tolonglah dibantu, apalagi ini menjelang bulan suci Ramadhan. Jangan hanya beraktivitas di sini tapi kurang memperhatikan kondisi masyarakat dan lingkungan di sini,” ujar Rahmat. (Ant)

Lihat juga...