Kuasa Hukum Klaim Nurhadi tak Pernah Terima Dana dari MIT

JAKARTA – Tim kuasa hukum mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Muhammad Rudjito, mengklaim kliennya tidak pernah menerima aliran uang Rp35,8 miliar yang diterima menantunya, Rezky Herbiyono, dari Direktur Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto.

Rudjito dalam rilisnya diterima di Jakarta Sabtu, mengatakan uang yang diterima Rezky dari Hiendra berkaitan dengan investasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Rezky dan Hiendra memang rencananya akan kerja sama di proyek tersebut.

“Itu terkait permintaan kembali, terkait PLTMH yang belum bisa dilaksanakan, saya kira itu yang uang Rp 35,8 miliar. Sampai saat ini keterangan beliau seperti itu (tidak menikmati),” kata Rudjito.

Lebih lanjut, Rudjito menyebut, bahwa sejauh ini pihak jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum dapat membuktikan surat dakwaan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

Rudjito menekankan, bahwa Nurhadi hingga saat ini membantah menerima suap maupun gratifikasi yang berkaitan pengurusan perkara di MA.

“Sampai saat ini ditegaskan oleh Pak Nurhadi, tidak ada itu yang namanya aliran uang dari orang-orang yang disebut di dalam dakwaan. Ditegaskan oleh pak Nurhadi, tidak ada aliran dari siapa pun yang disebut dalam dakwaan,” kata Rudjito.

Sebelumnya, Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, mengakui, bahwa menantunya, Rezky Herbiyono, telah menerima transferan sekira Rp35,8 miliar dari Direktur Utama (Dirut) PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto. Transferan itu diketahui Nurhadi sekira pada Juli 2016.

Demikian, Nurhadi mengakui saat bersaksi secara virtual untuk terdakwa Rezky Herbiyono dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA.

Lihat juga...