Kulon Progo Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Perikanan

KULON PROGO — Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan Kawasan Sentra Produksi Perikanan Kelompok Pembudidaya Ikan Alam Tirto di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang dalam rangka memenuhi kebutuhan lele di wilayah ini.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Sudarna mengatakan program Kawasan Sentra Produksi Perikanan (KSPP) merupakan konsep pembangunan perikanan di Kabupaten Kulon Progo guna meningkatkan produksi ikan.

“Hal utama dalam pengembangan KSPP yakni kemampuan kelompok untuk mengorganisir permodalan supaya usaha tetap berjalan. Kelompok atau gabungan kelompok bisa menerapkan sistem saham untuk modal, salah satunya Kelompok Pembudidaya Ikan Alam Tirto yakni budi daya lele guna menenuhi kebutuhan masyarakat di Kulon Progo,” kata Sudarna di Kulon Progo, Selasa (23/2/2021).

Dalam satu KSPP dapat dibentuk dari satu kelompok atau gabungan dari beberapa kelompok. Sebuah kelompok dapat dikatakan KSPP Lele, kalau memenuhi produksi ikan konsumsi (ikan lele) sebanyak 800 kilogram per hari. “Harapannya ke depan minimal setiap kapanewon terdapat KSPP,” katanya.

Ia mengatakan DKP memberikan bantuan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Alam Tirto berupa 40 paket kolam bulat, senilai Rp287 juta melalui APBD 2021. Bantuan ini merupakan apresiasi DKP, karena pada 2019 lalu Pokdakan Alam Tirto ini mendapat paket 15 kolam bulat yang dapat meningkatkan produksi ikan dengan baik, sehingga pada evaluasi dari dinas, kelompok ini dapat diandalkan.

“Kami berharap bantuan ini mampu mendongkrak pendapatan masyarakat di wilayah utara, dan menjadi sentra budi daya lele di wilayah utara,” katanya.

Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan sektor perikanan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan, di satu sisi merupakan sektor penggerak perekonomian masyarakat, apabila dikelola secara benar melalui cara penangkapan dan cara budi daya yang baik, sehingga dapat memperoleh keuntungan. Di lain sisi ikan merupakan sumber makanan yang penting untuk dikonsumsi, karena memiliki kandungan gizi yang tinggi.

“Oleh karena itu sangat tepat budidaya ikan terus dikembangkan, karena ikan konsumsi akan terus dibutuhkan oleh masyarakat sebagai salah satu sumber pangan, semoga bisa membangkitkan semangat pokdakan penerima bantuan untuk mengembangkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan,” harap bupati.

Sutedjo menambahkan dalam pengembangan perikanan budidaya salah satu masalah adalah pemasaran hasil produksi. Menurutnya sejauh ini upaya yang sudah dilakukan oleh pokdakan adalah menjalin kerja sama dengan pemasar lokal Kulon Progo maupun luar Kulon Progo dan bekerja sama dengan instasi lain untuk Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Kami berharap produksi lele Pokdakann Alam Tirto mencukupi kebutunan BPNT di wilayah Kalibawang dan sekitarnya,” harapnya. (Ant)

Lihat juga...