Kunjungan Wisman ke Indonesia Turun 72 Persen

Editor: Koko Triarko

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri, pada diskusi virtual INDEF di Jakarta yang diikuti Cendana News, Jumat (25/12/2020). –Dok: CDN

JAKARTA – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri, mengatakan seluruh provinsi di Indonesia terkonfirmasi pandemi Covid-19 sehingga berdampak pada berbagai kegiatan pariwisata terhenti, hingga menyebabkan kerugian besar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat sepanjang 2020 terhitung Januari sampai Oktober, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara  (wisman) ke Indonesia sebanyak 3,72 juta, atau turun sebesar 72,35 persen, jika dibandingkan periode yang sama 2019, sebanyak 13,45 juta kunjungan wisman.

“Jadi, Covid-19 ini berdampak besar pada industri pariwisata kita, kunjungan wisman turun lebih dari 72 persen sampai Oktober 2020,” ujar Faisal, kepada Cendana News, saat dihubungi, Minggu (7/2/2021).

Menurutnya, industri pariwisata Indonesia telah mengalami kerugian ratusan miliar dolar Amerika Serikat (AS) akibat pandemi Covid-19 ini.

Maka, kata dia, untuk memulihkan sektor pariwisata ini cara ampuh yang harus dilakukan oleh pemerintah dengan mengendalikan wabah Covid-19.

Karena meskipun kebijakan-kebijakan moneter dan lainnya telah dilakukan pemerintah, tapi nyatanya negara tidak mampu mengimbangi dampak pandemi ini. Sehingga untuk mengendalikannya, dibutuhan kebijakan yang terfokus membendung penyebaran wabah ini.

“Kita harus bicara keselamatan nyawa manusia dulu, masalah ekonomi itu belakangan. Kalau pandemi terkendali, maka ekonomi termasuk pariwisata akan pulih sendirinya,” tukasnya.

Lebih lanjut Faisal menegaskan, bahwa penurunan jumlah wisman ke Indonesia, salah satu penyebabnya karena tidak mampunya negara dalam mengelola pandemi Covid-19 ini.

Padahal, di negara-negara lain, sebelum virus melanda dratis sudah mampu mengendalikan. Contohnya, kata dia, negara Malaysia, untuk kegiatan sekolah sudah tutup. Begitu juga dengan Vietnam, Singapura, Thailand, Kamboja dan Laos.

“Kalau kita nggak bisa ngendaliin virus ini, wisman ya nggak mau datang. Orang asing yakin datang ke Indonesia itu cuma 22 persen,” pungkasnya.

Lihat juga...