Lembaga Pendidikan Miliki Peran Penting Jaga Lingkungan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG—Lembaga pendidikan miliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Fasilitas belajar berbasis lingkungan diciptakan agar siswa dan guru lebih nyaman.

Lingkungan nyaman tersebut diakui Topan Hariyono, Kepala SDN 1 Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Berbagai jenis tanaman buah jadi penyejuk lingkungan sekolah.

Selama pandemi Covid-19 dalam kurun waktu setahun pembenahan dilakukan pada ruang kegiatan belajar (RKB). Fasilitas yang dibenahi berupa perpustakaan, ruang guru. Sejumlah fasilitas area istirahat pada lokasi alam terbuka disediakan. Beberapa kursi permanen dibuat memudahkan orangtua menunggu siswa di bawah pohon mangga, sirsak dan kelengkeng.

Topan Hariyono, Kepala Sekolah SDN 1 Pasuruan, Kamis (11/2/2021). -Foto Henk Widi

Penanaman pohon buah, bunga di lingkungan sekolah sebut Topan Hariyono memiliki multi manfaat. Saat kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka diberlakukan, lingkungan sekolah lebih asri. Fasilitas belajar yang nyaman sebutnya akan meningkatkan semangat untuk belajar. Sejumlah pohon buah segar bisa dipanen dan menjadi sarana edukasi.

“Sebagai lembaga pendidikan, fasilitas sekolah bisa dibenahi saat pelajaran sistem tatap muka belum digelar, penyiapan ruang kelas jika nanti diberlakukan kembali belajar di dalam kelas telah disiapkan bahkan jika memungkinkan bisa dilakukan di luar kelas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” terang Topan Hariyono saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (11/2/2021).

Menciptakan lingkungan nyaman di sekolah dilakukan juga oleh SMP Muhamadiyah Penengahan. Dra. Qomarul menyebut area sekolah yang asri butuh peran para siswa. Penghijauan dengan tanaman menjadi bahan edukasi bagi siswa dengan tanaman buah, bunga dan obat. Pembuatan taman untuk obat jenis jahe, sere dan tanaman obat keluarga jenis lainya menjadi materi pengajaran Biologi.

Selama sekolah tidak dipergunakan untuk KBM tatap muka,kondisi lingkungan semakin menghijau. Menjaga halaman sekolah yang ditumbuhi tanaman buah,bunga memicu semangat belajar. Taman edukasi untuk siswa sebutnya tetap terawat oleh petugas piket yang datang ke sekolah. Meski sistem belajar dilakukan dalam jaringan,pemeliharaan area sekolah rutin dilakukan.

“Edukasi bagi siswa tidak hanya mata pelajaran, tapi dalam pelestarian lingkungan yang nyaman untuk belajar,” ujarnya.

Rektor ITERA Prof.Ir. Ofyar Z Tamin,M.Sc.,Ph.D.IPU menanam gaharu didampingi Idi Bantara,S.Hut.T.M.Sc (kanan) di Gaharu Center, Kamis (11/2/2021). -Foto Henk Widi

Menjadikan lingkungan pendidikan berbasis alam juga dilakukan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Pengembangan Gaharu Center untuk tanaman gaharu dilakukan untuk mengembangkan potensi gaharu Sumatera.

Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, M.Sc., Ph.D. IPU., menyebut sebagai kampus ITERA berpotensi menggagas program penelitian, pengembangan gaharu. Sebanyak 1.000 pohon gaharu ditanam oleh ITERA bersama unsur terkait. Sebab potensi gaharu bisa menjadi sarana riset sekaligus bahan kosmetik, farmasi yang dikembangkan ITERA.

ITERA yang ada di Lampung memiliki program studi Teknologi Kosmetik, Farmasi, Teknik Industri Pertanian, Rekayasa Kehutanan. Potensi berkelanjutan gaharu sekaligus mendorong kelestarian lingkungan.

“Penanaman gaharu bisa meningkatkan daya jual produk gaharu,media edukasi dan penelitian mahasiswa,” cetusnya.

Idi Bantara, S.Hut., T.M.Sc, menyebut lembaga pendidikan ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Penanaman gaharu di ITERA bisa menjadi sumber penelitian,pengembangan produk gaharu. Sentuhan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (IPTEK) sebutnya mendorong penelitian berbasis lingkungan. Bersama praktisi gaharu di Lampung telah ditanam lebih dari 5 juta gaharu.

Lingkungan tempat pendidikan sekolah,pesantren, tempat ibadah bisa ditanami gaharu. Sebab tanaman tersebut bisa tumbuh dengan mudah. Konsep penanaman dengan kompos blok berbasis kompos bisa diajarkan pada anak sekolah. Selain untuk menanam gaharu sistem kompos blok bisa dipakai untuk edukasi anak usia dini menanam bunga di lingkungan sekolah. Cara tersebut mengedukasi siswa mencintai lingkungan.

Lihat juga...