Lezat dan Manfaat si-Hitam Kedelai yang Luar Biasa

Editor: Mahadeva

Oseng kedelai hitam, banyak dikonsumsi masyarakat Kabupaten Banyumas di daerah pinggiran seperti di Kecamatan Wangon, Sabtu (27/2/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO – Kedelai kuning, mungkin sudah biasa dijumpai dan banyak digunakan oleh masyarakat, seperti bahan baku pembuatan tempe. Namun, untuk jenis kedelai hitam, belum banyak digunakan sebagai bahan baku makanan.

Padahal, manfaat dan kelezatan kedelai hitam jauh melebihi kedelai biasa. Selama ini, kedelai hitam lebih banyak dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan kecap. Namun, di daerah pinggiran Kabupaten Banyumas, masyarakat banyak yang mengolah kedelai hitam menjadi hidangan lezat, salah satunya menjadi oseng kedelai hitam.

Rasa pedas, berpadu dengan gurih dan aroma kedelai hitam membuat cita rasa masakan ini menggugah selera makan. Tidak banyak yang mengolah kedelai hitam untuk hidangan makanan, selain harganya yang lebih mahal, juga terbilang lebih sulit dijumpai.

Penggemar masakan kedelai hitam di Banyumas, Dian, Sabtu (27/2/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Salah satu penggemar masakan kedelai hitam, Dian Apriliani mengatakan, oseng kedelai hitam lebih mantap jika dibandingkan masakan dengan kedelai biasa. Dan menurutnya, banyak manfaat dari kedelai hitam, sehingga ia menyukai berbagai masakan dari olahan kedelai hitam. “Lezat, gurih dan banyak mengandung zat-zat yang bermanfaat untuk metabolisme tubuh kita,” tutur Dian, Sabtu (27/2/2021).

Di Kabupaten Banyumas, konsumsi kedelai hitam lebih banyak dilakukan masyarakat pedesaan, seperti di wilayah Kecamatan Wangon dan sekitarnya. Untuk masyarakat perkotaan, sudah jarang memasak kedelai hitam. “Kalau di sini, kedelainya mengambil sendiri dari kebun, kemudian diolah menjadi masakan. Kalau orang kota memang jarang mengkonsumsi masakan kedelai hitam, karena harganya memang lebih mahal dan jarang pula yang menjual,” katanya.

Salah satu warga Wangon, Robin menuturkan, manfaat kedelai hitam sangat banyak. Kandungan antioksidan mampu mencegah kanker, kemudian mengurangi resiko kolesterol, mengurangi resiko penggumpalan darah, menjaga kestabilan gula darah serta melancarkan sirkulasi darah.

Robin mengaku rutin mengkonsumsi kedelai hitam bersama dengan keluarganya. Hal itu dilakukan, mengingat banyaknya kandungan gizi di dalam kedelai hitam. Biasanya, kedelai hitam dimasak menjadi oseng pedas ataupun dibuat tempe dan digoreng.

Pembuatan oseng kedelai hitam, hampir sama dengan masakan oseng pada umumnya. Menggunakan bumbu cabai, bawang merah, bawang putih, laos, daun salam dan sedikit merica bubuk. Cara memasakanya, semua bumbu dipotong dan kemudian ditumis, setelah mengeluarkan bau harum, kedelai hitam yang sudah dicacah dimasukan.

Untuk menamba cita rasa, diberi kecap serta garam secukupnya. “Kalau untuk dijadikan tempe goreng, juga enak, tetapi masyarakat di sini lebih sering mengolahnya menjadi sayur, karena rasanya lebih mantap dan menggugah selera makan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...