Literasi Wakaf Uang Masih Rendah

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Literasi wakaf, khususnya wakaf uang masih rendah, sehingga sosialisasi harus terus ditingkatkan hingga terbangun kekuatan pemahaman masyarakat untuk berwakaf. 

Pengamat ekonomi syariah, Irfan Syauqi Beik menyebut bahwa permasalahan utama dalam konsep wakaf uang di Indonesia adalah masih rendahnya literasi dan edukasi tentang wakaf.

Sehingga menurutnya, meski pun wakaf sudah dikenal lama dalam kehidupan umat muslim, tapi belum mampu mendongkrak edukasi dan literasi pemahaman wakaf.

“Sosialisasi tentang wakaf ini harus terus ditingkatkan, karena literasi dan edukasi merupakan kunci pemahaman agar umat mau berwakaf,” ujar Irfan, kepada Cendana News saat dihubungi, Kamis (25/2/2021).

Dia menjelaskan, dalam sejarah dunia Islam pada abad ke 2 Hijriyah, wakaf pernah menjadi roda ekonomi umat muslim di Turki, yang digaungkan oleh Imam Az-Zuhri.

“Wakaf selama berabad-abad bergema menggerakkan roda ekonomi dalam pembiayaan usaha umat muslim. Gerakan wakaf ini harus kita kembangkan di Indonesia, untuk memperdayakan ekonomi umat, kemaslahatan dan kesejahteraan umat,” ungkapnya.

Irfan berharap ke depan terbangun penguatan edukasi dan literasi mengenai wakaf, yang disertai perbaikan kelembagaannya serta sumber daya manusia (SDM). Untuk mewujudkan itu menurutnya dibutuhkan sinergi antara Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan stakeholder. 

“Kolaborasi itu penting untuk mendorong kekuatan potensi wakaf bagi kemaslahatan umat dan membangkitkan ekonomi bangsa,” imbuhnya.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH.Ahmad Zubaidi menambahkan, masyarakat masih banyak yang belum paham tentang wakaf uang.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, KH.Ahmad Zubaidi, dikorfirmasi Cendana News, Kamis (25/2/2021). -Foto: Sri Sugiarti/HO-Dokumen Ahmad Zunaidi

Untuk itu, MUI akan mendorong para dai di seluruh Indonesia agar dalam dakwahnya mensosialisasikan pentingnya berwakaf.

“MUI akan memperkuat literasi wakaf dengan mengarahkan para dai berdakwahnya tentang wakaf,” ujar Ahmad, kepada Cendana News saat dihubungi, Kamis (25/2/2021).

Apalagi sekarang ini menurutnya, konsep wakaf telah berkembang bisa melalui perbankan syariah. Dimana sebagai nazir wakaf, bank tersebut akan menggunakan uang wakaf untuk menyejahterakan umat. Bahkan kata dia, BWI juga mempunyai program wakaf uang yang ditempatkan di Sukuk.

“Jadi, dana wakaf dikonsep produktif, hasilnya baru dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Dengan MUI turut berperan memberikan sosialisasi tentang wakaf, diharapkan k depan kata dia, pemahaman masyarakat terhadap wakaf lebih meningkat.

“Literasi wakaf menjadi perhatian khusus kami dalam upaya membangkitkan ekonomi bangsa yang lebih berkah,” pungkasnya.

Lihat juga...