Lumpia Basah, Kuliner Khas Bandung yang Bikin Ketagihan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Bandung tidak saja terkenal dengan alamnya yang eksotis, tapi juga populer dengan kekayaan kuliner yang lezat dan menggugah selera. Salah satu yang patut disantap ketika berada di Tanah Pasundan tersebut adalah Lumpia Basah.

Umumnya, masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah perkotaan lebih mengenal lumpia goreng yang telah digulung dan di dalamnya terdapat berbagai jenis isian. Namun lumpia basah berbeda, dia tidak digulung dan kulit lumpianya pun tidak digoreng, tapi dibiarkan saja dalam kondisi mentah.

Kemudian, isian lumpia basah yang terdiri dari rebung, toge, telor, dan baluran gula merah ditumis dengan berbagai bumbu seperti garam, penyedap rasa, cabai, bawang putih dan bawang merah.

Setalah isian ditumis, selanjutnya ditungangkan di atas kulit lumpia mentah, maka menyebabkan kulit lumpia menjadi lepek. Hal ini lah yang menyebabkan kuliner itu populer dengan sebutan lumpia basah.

Tidak sulit menemukan kuliner ini di Bandung. Banyak pedagang yang menjajakan lumpia basah, khususnya di ruang-ruang publik.

Nandang (41), salah seorang Pedangang lumpia basah yang ditemui Cendana News mengungkapkan, bahwa peminat kuliner tersebut sangat banyak, bahkan, ia mengaku sehari bisa menjual paling sedikit 100 porsi.

“Lumpia basah ini kan sebetulnya masuk kategori makanan berat, bukan cemilan. Bisa dijadikan pengganti nasi, satu porsi aja kenyang lah,” ujar Nandang saat temui di lapaknya, di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/2/2021).

Nandang, pedagang Lumpia Basah, makanan khas Bandung yang dijual di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/2/2021). Foto Amar Faizal Haidar

Adapun harga satu porsi dijual seharga Rp10.000. Pembeli bebas memesan lumpia basah pedas, sedang maupun manis.

“Kalau hari Minggu biasanya tutupnya lebih cepat. Jam 13.00 juga saya udah tutup. Karena kalau hari Minggu kan di sini ramai ada pasar, habisnya lebih cepat,” tandas Nandang.

Sementara itu, Gilang, salah seorang penikmat lumpia basah mengatakan, bahwa kuliner tersebut memiliki cita rasa yang khas, gurih, pedas dan manis terasa di lidah sekaligus.

“Mantap lah pokoknya, bikin ketagihan. Pedasnya terasa, manis gula merahnya juga terasa. Belum lagi toge dan rebungnya itu kan kalau dikunyah masih terasa renyah,” ucapnya.

Selain itu, Gilang meyakini, karena komposisi utama lumpia basah didominasi oleh sayuran seperti toge dan rebung, maka lumpia basah dijamin sehat dan bergizi.

“Intinya selain enak, protein tinggi karena pakai telur, dan pastinya sehat juga lagi. Makanya lumpia basah populer lah di bandung,” pungkas Gilang.

Lihat juga...