Mangrove Mampu Tumbuh di Atas Air Lindi TPA Bantargebang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Amphibi Bekasi Raya sukses melakukan uji coba penanaman pohon mangrove di lokasi area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bantargebang. Pohon bakau yang biasa ditemukan di tepi laut sebagai penahan abrasi bisa tumbuh maksimal ditanam menggunakan air lindi.

Sebelumnya, diketahui, berbagai pohon yang ditanam oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan anggaran besar, banyak yang mati begitu saja. Diduga tidak kuat karena air kandungan sampah mengandung racun dan gas metana.

Sekretaris Amphibi Bekasi Raya, Willy Nur Wahyudi, mengatakan, sebelumnya banyak pohon bambu yang ditanam di lokasi TPA Bantargebang. Pohon tersebut banyak yang mati alias tidak tumbuh maksimal.

“Kami mencoba penanaman mangrove di TPA Bantar Gebang sebagai solusi untuk penghijauan di gunung sampah yang terdapat kandungan air lindi,” ujar Willy kepada Cendana News, Rabu (3/2/2021).

Dikatakan, selama ini, banyak bibit pohon mati karena tidak kuat dengan kandungan air sampah yang mengandung racun dan gas metana. Mangrove dipilih karena bisa menyerap karbon untuk menetralisir racun dari lindi yang berasal dari gunungan sampah.

Menurutnya, uji coba sudah dilakukan sejak tahun lalu, dan hasilnya semua pohon mangrove hidup dengan baik. Sehingga bisa jadi pilihan sebagai alternatif untuk melakukan penghijauan di lokasi gunungan sampah TPA Bantargebang.

“Mangrove kami pilih sebagai uji coba karena dapat menyerap karbon dan diharapkan bisa menetralisir racun yang terdapat pada air lindi yang ada di TPA Bantargebang tersebut,” tandas Willy.

Ketua Bidang SDM Amphibi, Joko Santoso, menambahkan, bahwa pohon bakau yang ditanam saat ini tumbuh normal di aliran air lindi gunungan sampah TPA Bantar Gebang. Tidak ada teknik khusus dalam penanaman mangrove di TPA Bantargebang.

Joko Santoso, Ketua Bidang SDM Amphibi Bekasi mengaku optimis, pohon mangrove bisa jadi solusi penghijauan di sekitar lokasi TPA Bantargebang, Rabu (3/2/2021) – Foto: Muhammad Amin

“Kami uji coba tanam mangrove dari bibit, ditancapkan di aliran air lindi. Hasilnya tumbuh normal, keluar kuncup gitu,” ujar Joko Santoso.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa uji coba baru dilakukan pada puluhan bibit yang ditanam di aliran air lindi, tumpukan sampah TPA Bantargebang. Dari jumlah yang ditanam tersebut, dikatakannya, tumbuh normal mencapai 75 persen.

“Dari 20-an pohon mangrove yang ditanam sebagai uji coba, lima yang mati. Tapi, itu karena dikerumuni lalat hijau yang besar itu. Lalat itu meninggalkan sejenis belatung, mengisap pohon, hingga tidak bisa tumbuh normal,” jelas Joko.

Namun demikian, dia optimis, pohon mangrove tetap bisa tumbuh ditanam di atas media air lindi di wilayah TPA Bantargebang. Hal tersebut setelah melakukan uji coba beberapa puluh pohon bakau, menunjukkan hasil maksimal. Saat ini, imbuh Joko, pihaknya setiap minggu terus melakukan pemantauan untuk melihat langsung perkembangannya.

Menurutnya, air lindi itu memiliki kandungan pupuk yang bisa menyuburkan tanaman jika dikelola dengan baik. Tapi, ini perlu penelitian tentunya.

Lihat juga...