Masjid YAMP Al-Falah Malang Berbenah, Tingkatkan Kenyamanan

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Masjid Al-Falah merupakan salah satu masjid bersejarah peninggalan Presiden Soeharto yang dibangun melalui Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP). Bentuknya yang khas, menjadikan masjid yang berlokasi di Jalan Raya Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini menjadi daya tarik tersendiri bagi jemaah maupun musafir yang melintas untuk merasakan suasana melaksanakan ibadah salat di masjid tersebut. 

Karenanya, takmir Masjid YAMP Al-Falah yang diketuai H. Sahri, terus berusaha untuk berbenah guna memberikan suasana yang nyaman dan aman bagi jemaah. Beberapa renovasi telah dilakukan, namun tanpa mengubah bentuk bangunan utama masjid yang berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi tersebut.

Ketua Takmir, H. Sahri, menunjukkan prasasti peresmian Masjid YAMP Al-Falah Malang yang ditandatangani Presiden Soeharto, Jumat (19/2/2021). -Foto: Agus Nurchaliq

Ketua takmir, H. Sahri, menjelaskan beberapa bangunan baru yang telah berdiri di antaranya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang saat ini dikelola oleh anak-anak muda remaja masjid.

“Mulai saya masuk ke masjid menjadi  anggota takmir, hasilnya ada bangunan TPQ yang dananya berasal dari infak, donatur,  dan dari masyarakat sekitar,” ucapnya kepada Cendana News, Jumat (19/2/2021).

Selanjutnya, demi menjaga keamanan kendaraan para jemaah, di tahun 2016 dibangunlah tempat parkir. Karena sebelumnya kendaraan jemaah hanya bisa parkir di luar. Kemudian di tahun 2019 takmir memutuskan untuk membangun kamar mandi dan toilet.

“Sebenarnya dulu sudah ada kamar mandi dan toilet, tapi karena pandangan kurang bagus sehingga saya izin ke yayasan pada saat diundang rapat di Jakarta untuk membangun yang baru dan diizinkan,” terangnya.

Berikutnya di tahun 2021, takmir juga membangun atap bagian dalam masjid, termasuk lampu maupun ornamen dan kipas angin. Tujuannya supaya jemaah yang salat di Masjid Al-Falah bisa merasa nyaman dan sejuk dan tidak panas.

“Semua dana untuk pembangunan bersumber dari sumbangan masyarakat, donatur, dan kotak infak setiap hari Jumat yang biasanya mencapai Rp800.000 sampai dengan Rp1 juta,” ungkapnya seraya mengtakan semua renovasi tidak sampai merubah fisik bangunan utama yang menjadi ciri khas dari Masjid YAMP selama ini.

Disampaikan Sahri, Masjid Al-Falah yang berdiri di tanah seluas 2000 meter per segi tersebut merupakan Masjid YAMP tipe 17 (17X17).

“Harapan saya ke depan, semoga Masjid Al-Falah bisa menjadi masjid percontohan karena merupakan masjid terbesar di Kecamatan Tirtoyudo,” harapnya.

Lebih lanjut disampaikan Sahri, guna menjaga keamanan dan menghindari saling curiga antara takmir dan jemaah, semua uang infak yang diperoleh langsung disetorkan ke bank.

“Uang infak tidak dipegang takmir. Jadi begitu uangnya selesai dihitung, kita serahkan ke bendahara dan kemudian oleh bendahara langsung disimpan di bank. Jadi takmir tidak ada yang memegang uang masjid,” tuturnya.

Lihat juga...