Masjid YAMP At Taqwa Angkasapuri Bekasi, Dakwah Sejak 1987

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Model atap tumpang tiga ciri khas dari masjid-masjid yang dibangun oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP) tetap berdiri kokoh di kompleks Angkasapuri, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Masjid YAMP At Taqwa, yang tertulis pada prasasti dalam masjid, diresmikan  Presiden Kedua RI, H.M Soeharto, pada tahun 1987. Masjid tersebut hingga kini terus menjalankan dakwah nilai Islam yang ramah di tengah keberagaman.

Berbagai kegiatan dalam mencerdaskan umat, menjadi kegiatan utama di Masjid YAMP At Taqwa, melalui pengajian rutin, ceramah keagamaan, TPA, dan lainnya. Bahkan setiap memasuki bulan suci Ramadan halaman masjid tersebut kerap dijadikan tempat untuk menjual aneka kuliner menu berbuka puasa.

Ustaz Mulyana, sudah hampir 24 tahun menjadi marbot di Masjid YAMP At Taqwa. Ia sebelumnya adalah marbot di masjid YAMP bilangan Cut Nyak Dien, DKI Jakarta. Tapi pada tahun 1996, dipindah ke Masjid YAMP At Taqwa kompleks Angkasapuri, Jatimekar, Kota Bekasi.

Ustaz Mulyana, sudah hampir 24 tahun jadi marbot Masjid YAMP At Taqwa Angkasapuri, Jatimekar,  Kota Bekasi, Jumat (19/2/2021) – Foto: Muhammad Amin

“Sejak 1996, saya menjadi marbot di Masjid YAMP At Taqwa Angkasapuri ini. Sudah gonta-ganti pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Bahkan sudah beberapa ketua DKM meninggal,” ungkap Ustaz Mulyana, marbot Masjid YAMP At Taqwa, kepada Cendana News, Jumat (19/2/2021).

Ia mengisi kegiatan rutin belajar Alquran usai Magrib bagi warga di lingkungan masjid. Selain itu, ada guru mengaji khusus untuk TPA yang digelar setiap Senin-Kamis, di aula samping Masjid At Taqwa.

Dikatakan, untuk TPA peserta didik hanya dikenakan biaya sebulan Rp20 ribu. Dana tersebut untuk gaji guru TPA, selebihnya tidak dikenakan apa pun lagi. Jumlah peserta TPA banyak dari lingkungan Angkasapuri atau di luar kompleks.

Kegiatan lainnya dalam mencerdaskan umat beragama seperti pengajian rutin di tengah pandemi tetap dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan. Sebelum pandemi juga selalu mendatangkan penceramah untuk mengisi pengajian rutin tersebut. Saat ini, hanya sebulan sekali saja.

“Masjid ini cukup luas, baik halaman parkir dan lainnya. Dari 1987 sudah ada penambahan, seperti aula sisi masjid kiri  dan kanan difungsikan untuk jemaah, terutama pada hari Jumat. Masjid At Taqwa sendiri tertutup dan telah dipasang AC untuk kenyamanan jemaah,” jelas Ustaz Mulyana.

Sementara, Ketua DKM Zainuddin, menambahkan, Masjid YAMP At Taqwa di kompleks Angkasapuri, Jatimekar, terus menjaga ukhuwah Islam berpegang pada ahlussunnah wal jemaah dalam mengokohkan persaudaraan muslim.

“Program masjid tentunya bertujuan untuk mencerdaskan umat agar menjalankan anjuran Islam, melalui pengajian rutin, pengajian malam Jumat, dan lainnya. Di sini juga ada pengajian khusus ibu-ibu majelis taklim, setiap minggu,” jelas pensiunan TNI AU tersebut.

Dikatakan, bahwa pengurus masjid terus merangkul siapa pun untuk bersama memakmurkan masjid dengan salat berjemaah. Untuk kegiatan lainnya, seperti tahlilan, doa bersama, suka rela jika ingin mengikuti.

“Kami menjaga perbedaan pemahaman seperti ada yang menolak tahlil, atau lainnya, tidak menjadi soal. Tapi pastinya, mereka ketika diajak memakmurkan masjid rata-rata mau salat berjemaah,” jelasnya.

Diakuinya, bahwa Masjid At Taqwa adalah salah satu hadiah dari ratusan masjid yang dibangun Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila melalui donasi yang diinisiasi Bapak Pembangunan Indonesia, Presiden Kedua RI, H.M Soeharto.

Pantauan Cendana News di Masjid YAMP At Taqwa Angkasapuri, tetap melaksanakan salat Jumat dengan protokol kesehatan ketat. Semua jemaah, sebelum ke areal masjid, diukur suhu tubuh dan setiap jemaah juga membawa sajadah sendiri.

Selain itu, semua jemaah harus menjaga jarak. Hingga tak heran, aula kiri dan kanan serta halaman masjid dipenuhi jemaah, karena harus menjaga jarak.

Lihat juga...