Masjid YAMP At Taqwa Desa Minomartani Jalankan Prinsip Pancasila

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sebagai salah satu masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) di wilayah Yogyakarta, Masjid Jami At Taqwa di desa Minomartani, Ngaglik, Sleman, memiliki banyak program kegiatan yang bermanfaat bagi jemaah maupun masyarakat sekitar kawasan Perumnas Minomartani. 

Dikelola secara profesional dan modern oleh Yayasan At Taqwa, masjid yang didirikan pada 1994 di lahan seluas 1.600 meter persegi ini memiliki sejumlah departemen takmir yang mengurusi berbagai hal. Mulai dari Departemen keuangan, administrasi umum, kemakmuran dan sosial, departemen muamalah, hingga departemen pengembangan wilayah.

Departemen muamalah, misalnya, memiliki program konsultasi keluarga yang berfungsi untuk mengedukasi jemaah masjid maupun masyarakat sekitar terkait problem rumah tangga. Tak hanya itu, departemen ini juga kerap menyelenggarakan kegiatan seperti sekolah pernikahan, kegiatan pengecekan kesehatan seperti cek darah, tensi, pemberian vitamin dan obat, sunat masal, senam hingga membentuk gugus tugas Covid-19.

“Kita sebenarnya juga memiliki poliklinik kesehatan yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar. Hanya saja, saat ini pengelolaan poliklinik ini sudah terpisah dari masjid dan memiliki manajemen sendiri,” ujar salah seorang takmir masjid At Taqwa, Drs. HM Subchan, M.PDi.

Masjid Jami At Taqwa yang menjadi masjid induk dari sekitar 11 masjid dan tiga musala di kawasan Minomartani ini juga memiliki departemen kajian dan pendidikan. Selain melaksanakan kegiatan kajian-kajian rutin, departemen ini juga bertanggungjawab atas pengelolaan Madrasah Diniah Awaliyah (MDA) At Taqwa, semacam Taman Pendidikan Alquran (TPA) bagi jemaah.

“Kita juga memiliki rumah Alquran yang merupakan tempat atau wadah untuk menghafal Alquran. Bekerjasama dengan sejumlah pihak, Rumah Alquran ini sudah menyusun kurikulum sendiri. Termasuk kurikulum pembelajaran keamaan di MDA. Ada ratusan santri yang saat ini aktif belajar di sini,” imbuhnya.

Selanjutnya ada departemen pengembangan dan pembinaan wilayah yang bertugas mengembangkan minat bakat remaja masjid, agar terarah. Departemen ini kerap mengadakan sejumlah kegiatan, di antaranya santri camp, pengajian remais, program susu sehat hingga festival anak saleh.

Yang menarik, masjid Jami At Taqwa sebagai masjid YAMP yang dibangun di masa pemerintahan Presiden Soeharto, juga mengendepankan prinsip-prinsip Pancasila dalam setiap menjalankan kegiatannya. Masjid ini terbuka bagi semua golongan maupun kelompok apa pun, baik NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir dan sebagainya.

“Fungsi masjid itu kan sebagai pengayom, tempat mencari ketenangan. Keberadaan sebuah masjid sangat dibutuhkan oleh setiap masyarakat. Karena itu kita berupaya menjadikan masjid ini sebagai pusat silaturahmi dan tempat menyatukan semua warga. Di mana terjadi saling sapa, bertukar pikiran, dan sebagainya. Pengurus hanya berusaha memberikan apa yang dibutuhkan seluruh jemaah, tidak hanya di bidang keagamaan, namun juga bidang lainnya,” ungkapnya.

Lihat juga...