Masjid YAMP Baitus Shomad, Masjid ‘Kopi Jujur’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PACITAN – Desa Tegalombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, ternyata memiliki satu masjid yang selama ini sudah banyak menginspirasi dalam hal pengelolaan. Salah satunya dengan menyediakan tempat kopi.

Tak heran, masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) Baitus Shomad, di wilayah Pacitan lebih dikenal dengan Masjid ‘Kopi Jujur’ karena pengelola masjid membuat satu gazebo yang menyediakan air panas dan kopi renteng dengan diseduh sendiri. Kemudian pembayaran bisa dalam kotak infak yang tersedia.

Dari berbagai terobosan tersebut pengelola masjid kerap mendapat penghargaan dan diundang untuk memberi inspirasi dalam pengelolaan masjid di wilayah Jawa Timur.

Masjid Baitus Shomad, adalah satu dari 999 masjid yang dibangun oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) sebagai bentuk kepedulian Presiden Kedua RI, H. M Soeharto, terhadap tempat ibadah yang dicetuskan pada 39 tahun silam.

Upaya tersebut merupakan bentuk kepedulian dakwah Islam sebagai bakti dari seorang tokoh bangsa, Bapak Pembangunan RI H. M Soeharto, untuk Nusantara, dan juga bukti cinta kepada rakyat.

Masjid YAMP Baitus Shomad kini menjadi pusat peribadatan dan dakwah Islam di antara perbukitan di Desa Tegalombo, Pacitan.

“Masjid Baitus Shomad Tegalombo, lebih dikenal sebagai masjid ‘Kopi Jujur’. Karena menyediakan tempat khusus ngopi, sejak tahun 2013 lalu,” ungkap Ediyanto, Ketua Takmir Masjid Baitus Shomad, kepada Cendana News, Rabu (17/2/2021).

Ediyanto, Ketua Takmir Masjid Baitus Shomad, saat dikonfirmasi Cendana News, bertepatan 39 tahun program YAMP dalam membangun masjid di tanah air, Rabu (17/2/2021). – Foto: Istimewa

Masjid YAMP Baitus Shomad, banyak membuat inovasi terobosan yang diterapkan dalam pengelolaan masjid. Selain ‘Kopi Jujur’, masjid tersebut juga memiliki homestay, usaha isi ulang air mineral, ruang khusus meeting dan lainnya.

Begitu pun soal pendidikan ikut menjadi perhatian pengelola masjid YAMP Baitus Shomad Tegalombo dengan menyediakan arena bermain anak, madrasah diniyah, tempat baca, ruang komputer dan kantor masjid.

Masjid YAMP Baitus Shomat Tegalombo, juga menjelma sebagai pusat perekonomian dengan berbagai program yang dijalankan. Tidak hanya sebagai pusat peribadatan umat muslim, tetapi masjid tersebut juga menjalankan dakwah melalui radio dakwah secara on air setiap hari menyapa masyarakat.

“Kami juga baru saja bekerjasama dengan salah satu bank untuk menaruh ATM BNI di pagar lingkungan masjid,” jelasnya.

Dikatakan, dulu sebelum suasana pandemi Covid-19, infak dari ‘Kopi Jujur’ setiap hari bisa mencapai Rp2 juta. Bahkan program ‘Kopi Jujur’ dengan membuat gazebo di areal rest area tersebut secara tidak langsung menjadi akar ekonomi masjid.

Homestay Syariah, salah satu usaha yang dikelola dan berada di lingkungan masjid, Rabu (17/2/2021). Foto: Istimewa

“Alhamdulillah sampai dijuluki masjid ‘Kopi Jujur’, saat libur jumlah infak dulu bahkan bisa mencapai Rp4 juta. Tapi sekarang berkurang, saat pandemi hanya Rp1 jutaan sehari,” jelasnya.

Masjid Baitus Shomad berdiri di areal lahan seluas 2800 meter persegi. Masjid tersebut dibangun pada Februari 2008 lalu, diresmikan langsung oleh Menteri Agama Maftuh Basuni.

Diakuinya, Masjid YAMP Baitus Shomad Tegalombo dari sisi arsitektur sama dengan masjid YAMP di wilayah lain. Tapi di Tegalombo berdiri dua lantai.

“Sejarahnya dulu, bisa berdiri dua lantai, masjid ini awalnya sudah dibangun satu lantai. Namun, kemudian kehabisan dana. Hingga akhirnya, meminta bantuan ke YAMP di Jakarta melalui Pak Marsono. Ternyata masih ada paket dan kebetulan masjid yang telah dibangun pas juga dengan program YAMP,” kata Edi.

Pengembangan terus dilakukan. Manajemen masjid juga baru saja membeli tanah seluas 2000 meter persegi di sekitar masjid. Rencananya, lahan tersebut akan dibangun tempat bagi anak yatim, semacam yayasan.

Lihat juga...