Masuk Nominasi API 2020, Pulau Meko di Flotim Mulai Ramai Disambangi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Pulau pasir putih timbul Meko yang berada di ujung timur Pulau Adonara tepatnya di Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2020.

Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Flores Timur, NTT, Apolonia Corebima saat ditemui dikantornya, Jumat (15/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

Masuknya pulau pasir putih timbul ini mengakibatkan pulau sepanjang sekitar 250 meter dengan lebar sekitar 50 meter ini mulai ramai dikunjungi wisatawan domestik.

“Sudah banyak yang berkunjung ke Pulau Meko meskipun hanya wisatawan lokal dan dari luar daerah Flotim,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Flores Timur, NTT, Apolonia Corebima saat dihubungi Cendana News, Minggu (14/2/2021).

Nia sapaannya mengaku, masuknya Pulau Meko dalam nominasi penghargaan API membuat pulau ini kian terkenal. Dia berharap pulau ini bisa meraih penghargaan tersebut.

Ia pun mengakui sudah menyiapkan berbagai sarana dan pra sarana seperti jaringan internet dan beberapa sarana MCK untuk para pengunjung.

Dengan tersedianya berbagai fasilitas yang dibangun diharapkan agar kunjungan wisatawan meningkat saat pandemi Corona berlalu.

“Kita berharap bisa meraih juara agar Pulau Meko bisa terkenal dan semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung ke tempat ini. Hadirnya wisatawan tentu akan memberikan pendapatan bagi daerah,” ungkapnya.

Nia juga menyebutkan, pihaknya telah memberikan pelatihan kepada masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa tersebut agar siap dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Menurutnya, semakin banyak wisatawan yang berkunjung maka pendapatan masyarakat sekitar destinasi wisata ini akan bertambah.

Dia berharap agar masyarakat turut menjaga kebersihan dan keindahan tempat wisata ini agar tidak rusak dan bisa memikat wisatawan.

“Kita berharap agar masyarakat turut menjaga keindahan dan kelestarian tempat wisata ini termasuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di pesisir pantai dan laut,” harapnya.

Sementara itu, Yohanes Saleh ketua Maumere Diver Community mengaku telah melakukan penyelamanan di Pulau Meko dan menemukan alam bawah lautnya pun indah.

Yohanes mengakui, memang jika dilihat wilayah ini pernah marak dengan aktivitas pengeboman ikan karena beberapa bagian karang terlihat mengalami kerusakan.

“Memang ada beberapa titik penyelaman yang karangnya mengalami kerusakan. Kita berharap agar tidak ada lagi aktivitas pengeboman ikan di Pulau Meko yang bisa merusak keindahan alam bawah lautnya,” pesannya.

Lihat juga...