Masyarakat Tionghoa di Tulungagung Rayakan Imlek di Rumah

TULUNGAGUNG  – Mayoritas warga Tionghoa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memilih merayakan Imlek dari rumah masing-masing ketimbang melakukan sembahyangan di Klenteng Tjoe Tik Kiong karena mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak menggelar acara yang memicu kerumunan.

“Memang tidak ada acara sembahyangan. Pengurus memutuskan tahun ini tidak ada ritual khusus, diganti dengan beribadat dari rumah masing-masing,” kata pelayan klenteng Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing dikonfirmasi di sela aktivitasnya mengurus tempat ibadah umat tri darma itu di Tulungagung, Jumat.

Namun pengurus bukannya menutup sama sekali akses masuk TITD Tjoe Tik Kiong. Umat Tri Dharma di wilayah Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya yang ingin masuk dan beribadat atau melakukan sembahyangan di dalam klenteng tetap diperbolehkan, namun dengan ketentuan dilakukan bergantian atau jumlah yang dibatasi untuk mencegah kerumunan.

Dari hitungan Jing Jing, hingga Jumat siang baru ada sekitar 15 orang yang melakukan sembahyang.

Jumlah ini jauh berbeda dari Imlek pada tahun-tahun sebelumnya, dimana selalu ada ratusan umat Tri Dharma yang sembahyang Imlek di Klenteng Tjoe Tik Kiong.

Menurut Jing-jing, kebanyakan umat yang datang sembahyang sendiri-sendiri, tidak berombongan.

Sepinya suasana Imlek juga terlihat dari jumlah lampion sumbangan warga. Jika tahun lalu ada lebih dari 500 lampion, kini hanya 200 lampion yang disumbangkan warga ke Klenteng Tjoe Tik Kiong.

“Tahun lalu masih ada persembahyangan. Tahun ini benar-benar dalam suasana prihatin semua. Pandemi membuat semua jadi sepi,” keluh Jing Jing.

Pandemi juga berimbas dengan berkurangnya uang sumbangan umat bagi delapan pekerja dan operasional klenteng, lantaran menurunnya jumlah kunjungan umat.

“Ada sejumlah umat yang berkelebihan mau menyumbang untuk operasional. Padahal sebelumnya murni dari uang sumbangan sukarela umat yang datang sembahyang,” kata Jing Jing.

Pandemi juga menjadi sebab gagalnya pengurus Klenteng Tjoe Tik Kiong menggelar ritual We Nang Jia, yang dilakukan lima tahun sekali di Pulau Mezhou Tiongkok pada April 2020.

Sedianya 33 pengurur klenteng asal Tulungagung berencana berangkat ke Tiongkok pada akhir Februari 2020.

Saat itu pemerintah mengeluarkan travel warning, karena Tiongkok mulai pandemi COVID-19.

We Nang Jiang adalah mengantar kepulangan Dewi Laut atau Makco ke Pulau Mezhou. Makco adalah dewa utama di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Ant)

Lihat juga...