Mata Air Cigarukgak di Bandung Masih Lestari

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Tidak ada yang tahu persis, kapan mata air Cagarukgak, yang terletak di Kampung Garudapaksi, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pertama kali ditemukan. Namun yang pasti sudah puluhan, bahkan mungkin ratusan tahun silam.

Hingga saat ini, mata air Cigarugkag tetap lestari, bersih, jernih, dan dimanfaatkan oleh hampir seluruh warga setempat untuk dijadikan air minum.

“Dari saya masih orok (bayi), mata air ini sudah ada. Warga di sini ngga ada yang pernah beli air isi ulang, semuanya ngambil di sini. Alhamdulillah, ngga ada yang pernah ngeluh sekit perut atau apa setelah minum air Cigarukgak,” ujar Ayi (58), salah seorang warga yang kerap mengambil air di Cigarukgak, Rabu (10/2/2021).

Menurut pengakuan Ayi, sumber mata air Cigarukgak tidak pernah sekali pun mengalami kekeringan, meski di musim kemarau yang panjang.

“Itulah hebatnya, berkahlah buat semua. Cuma tetap saja, kalau musim kemarau airnya mengecil, tapi ngga sampai kering. Nah, biasanya juga kalah musim kering orang ngantre ngambil air,” tandas Ayi.

Menurut Ayi, para sesepuh di wilayah itu pernah berpesan, agar mata air Cigarukgak tidak dijual dan tidak dikomersialisasikan, sehingga keberadaannya bisa dirasakan oleh masyarakat, siapa pun tanpa bayar.

“Dulu pernah ada perusahaan yang mau beli tanah Cigakrukgak sama sumber airnya, cuma masyarakat melarang. Memang itu pesan orang-orang tua kita dulu. Silakan ambil airnya, gratis. Tapi, jangan dirusak lahannya, apalagi dibisniskan,” papar Ayi.

Sementara itu, Syahrul (25), saat ditemui di lokasi sumber mata air Cigarukgak mengatakan, titik mata airnya sudah sedikit diperbaiki oleh warga. Sebelumnya, air hanya dialirkan dengan bambu, dan tanpa dinding-dinding pembatas, jadi tampak sangat alami.

“Kira-kira baru dua tahunanlah dibangun tembok begini, terus salurannya diganti juga pakai pipa. Mungkin biar lebih besar aja aliran airnya,” ungkapnya.

Syahrul menyebut, selama mengkonsumsi air Cigarukgak, belum sekali pun merasa sakit dan sebagainya, meskipun tidak dimasak. Bahkan, Syahrul menilai air Cigarukgak jauh lebih segar dibandingkan air kemasan yang dijual di warung-warung.

“Iya, menurut saya enak air di sini daripada air kemasan. Di sini ada manis-manisnya, alami. Kalau air kemasan, bisa jadi kalau pun ada manisnya, itu karena campuran. Ya, alhamdulillah ga pernah juga sakit perut,” tukas Syahrul.

Lihat juga...