Memahami Tumbuh Kembang Kanker

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Penyakit kanker dapat menular melalui aspek genetik atau keturunan, demikian menurut keterangan salah satu dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit dr. Soebandi, Jember.

Pengaruh kanker yang diderita oleh seseorang, akan berdampak terhadap anak yang dilahirkan. Yang paling rentan ialah bagi perempuan.

“Kanker memang benar salah satunya disebabkan karena faktor keturunan. Di dalam tubuh manusia ada yang namanya sel gen pembawa, dari gen pembawa ini suatu saat akan berubah, bermutasi dan menurunkan kepada keturunan lainnya,” ucap dokter spesialis penyakit dalam, dr. Primanto, kepada Cendana News di rumah sakit dr. Soebandi Jember, Jumat (12/2/2021).

Ia menambahkan, bagi seseorang yang memiliki garis keturunan pernah diagnosa kanker, perlu secepat mungkin untuk melakukan perawatan. Secepat mungkin untuk melakukan pemeriksaan, sebagai upaya pencegahan.

“Pemeriksaan terhadap upaya pendeteksian tentang gejala kanker dapat dilakukan sedini mungkin. Karena pada dasarnya, bagi seseorang yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker, bisa dikategorikan orang yang berisiko,” imbuhnya.

Faktor keturunan merupakan salah satu sebab orang terdeteksi terkena kanker. Sebab yang lain juga dapat berpengaruh. Karena kanker merupakan penyakit yang sebenarnya multisebab, banyak juga faktor lainnya.

“Benar adanya, bahwa kanker bisa disebabkan oleh faktor lain. Misalnya radiasi. Faktor radiasi mempengaruhi dan berdampak orang terkena kanker, lalu pola makan yang tidak dijaga dan lainnya,” tuturnya.

Mengetahui ada atau tidak adanya pada diri seseorang terdampak kanker, kadang kala juga susah untuk mengetahui. Kanker pada gejala awal bisa tidak menimbulkan reaksi apa-apa.

Seperti halnya seseorang dalam keadaan baik-baik saja, tidak mengalami sakit apa pun. Sehingga belum berdampak pada yang menderita.

“Mengetahui bagaimana seseorang telah muncul atau tidak adanya tanda-tanda kanker, bisa dilakukan cek kesehatan. Tentunya bagi seseorang yang dikategorikan berisiko tadi. Sedini mungkin saat usia puber melakukan pengecekan, lebih baik dan lebih mudah untuk pencegahan selanjutnya,” paparnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Hendrian Dwi Koloso Subagio menyatakan, pola hidup sehat untuk seseorang dapat dilakukan dengan rutin.

“Dengan menjaga pola hidup yang sehat dapat mencegah terkena kanker, seperti mengonsumsi makanan yang juga sehat dan bergizi, serta rutin berolahraga setiap harinya,” tuturnya.

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung bahan kimia juga memicu seseorang terkena kanker. Pada dasarnya makanan yang mengandung bahan kimia mengandung faktor risiko tertentu pada diri seseorang.

“Pola makanan fast food serta jarang bergerak untuk olahraga, bisa juga menyebabkan seseorang terkena kanker,” pungkasnya.

Lihat juga...