Memanfaatkan Ramuan Herbal, Tingkatkan Kekebalan Ayam Petelur

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Seorang peternak muda asal Dusun Manggong Kepuharjo Cangkringan Sleman Yogyakarta, memanfaatkan obat herbal dari bahan-bahan alami untuk mengurangi risiko kematian ternak ayam akibat serangan penyakit unggas berbahaya.  

Dialah Amino Fajar Nugroho pengelola HRS Farm yang memiliki sekitar 10.000 ekor ayam petelur.

Ia mengaku memanfaatkan obat atau ramuan herbal ini sebagai upaya meningkatkan kekebalan tubuh pada hewan ternak, khususnya ayam petelur sehingga diharapkan tidak mudah terserang penyakit menular. Baik itu karena pengaruh cuaca, infeksi bakteri, jamur, virus, dan sebagainya.

“Selain meningkatkan kekebalan tubuh ayam, obat herbal ini juga dipilih karena bisa menjadi alternatif pengganti ramuan kimia yang banyak dijual di pasaran. Sehingga bisa menghemat biaya produksi untuk membeli vitamin unggas,” katanya Senin (1/2/2021).

Ramuan herbal itu sendiri ia kembangkan bersama sejumlah rekan peternak lainnya, yakni dari bahan baku jeruk nipis. Ia mengatakan jeruk nipis ini diproses dengan cara difermentasi menggunakan cuka apel yang dicampur air mineral serta gula Jawa atau gula merah.

“Proses fermentasi ini dilakukan selama 2 minggu atau 14 hari. Setelah jadi, 1 liter ramuan ini kemudian dicampur dengan 15 liter air biasa dan digunakan sebagai minuman unggas ayam petelur,” ungkapnya.

Dengan bahan-bahan baku yang mudah didapat seperti jeruk nipis serta gula merah, penggunaan ramuan peningkat kekebalan tubuh ayam ini dinilai jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga ramuan vitamin kimia pabrikan yang banyak dijual di pasaran.

Ia sendiri mengaku sudah memanfaatkan ramuan herbal ini sejak beberapa bulan terakhir, dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Meskipun ia mengaku tetap memanfaatkan vitamin ayam yang banyak dijual di pasaran sebagai suplemen tambahan.

“Ramuan ini cukup efektif meningkatkan kekebalan tubuh ayam. Saya sudah buktikan sendiri. Meskipun memang tetap harus diimbangi dengan pemberian suplemen lain serta pakan berkualitas yang mengandung kadar protein tinggi seperti jagung dan konsentrat,” ujarnya.

Pemerian pakan berkualitas dengan kadar protein tinggi serta suplemen tambahan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kekebalan tubuh ternak, namun juga meningkatkan tingkat produktivitas telur yang dihasilkan si ayam itu sendiri. Termasuk juga memperpanjang usia produktif ternak ayam.

“Jika pakannya berkualitas dan kebutuhan asupannya terpenuhi semua, seekor ayam petelur bisa produktif hingga usia 2 tahun lebih,” pungkasnya.

Lihat juga...