Menelisik Kegiatan Keagamaan di Masjid YAMP Al-Falah Malang

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Masjid Al-Falah merupakan satu di antara 999 masjid yang dibangun atas prakarsa Presiden Soeharto melalui Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP). Berlokasi di Jalan Raya Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, masjid yang diresmikan pada tanggal 4 Maret 1989 tersebut hingga saat ini masih berdiri kokoh dengan berbagai kegiatan keagamaan.   

Ketua takmir masjid, H. Sahri, menjelaskan, selain sebagai tempat ibadah untuk salat berjamaah, Masjid Al-Falah juga memiliki kegiatan lainnya yang melibatkan generasi muda dan masyarakat sekitar.

“Fungsi masjid ini yang utama adalah memang untuk kegiatan ibadah salat berjamaah. Biasanya yang ramai jamaahnya pada waktu salat magrib, isya dan subuh. Kalau salat dzuhur dan asar agak sepi karena kebanyakan jemaah masih bekerja dan berada di sawah,” jelasnya kepada Cendana News saat ditemui di Masjid Al-Falah, Jumat (19/2/2021).

Sedangkan kalau salat Jumat, lanjutnya, jemaahnya bisa mencapai 400-500 orang.

Ketua Takmir, H. Sahri, menunjukkan prasasti peresmian Masjid YAMP Al-Falah Malang yang ditandatangani Presiden Soeharto, Jumat (19/2/2021). -Foto: Agus Nurchaliq

Kemudian ada juga kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang dikelola oleh anak-anak remaja masjid bekerja sama dengan pondok pesantren. Muridnya kurang lebih 50-60 orang anak.

“Sejak saya dipercaya menjadi ketua takmir di tahun 2012, kami regenerasi para pengurus masjid dari yang awalnya dipegang orang-orang tua, sekarang pengurusnya muda-muda. Termasuk yang mengelola TPQ,” ucapnya.

Selanjutnya ada juga peringatan hari besar agama Islam seperti Maulud Nabi, Isra Miraj serta acara khataman Alquran 30 juz dan kirim doa kepada leluhur.

Menurutnya, selama masa pandemi Masjid Al-Falah tetap melaksanakan salat berjamaah lima waktu dan salat Jumat dengan penerapan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah seperti jaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk ke dalam masjid.

“Warga dan jemaah juga tidak ingin kegiatan seperti khataman, Maulud Nabi dan Isra Miraj dihentikan. Jadi selama ini semua kegiatan tetap kita jalankan,” ungkapnya.

Lebih lanjut diceritakan Sahri, sebelum YAMP memberikan bantuan, sebenarnya di lokasi tersebut sudah berdiri sebuah masjid tapi berukuran kecil. Kemudian masjid tersebut dirobohkan dan dibangun masjid YAMP yang lebih luas tipe 17 dengan ukuran 17X17.

“Karena ukurannya lebih luas, jadi bisa menampung lebih banyak jemaah dan bisa mengadakan berbagai kegiatan. Bahkan Masjid YAMP Al-Falah merupakan masjid terbesar di Kecamata Tirtoyudo,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu jemaah, Didik, mengaku kerap melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al-Falah. “Salat Jumat seringnya memang di Masjid Al-Falah karena masjidnya lumayan luas.  Tapi kalau salat jamaah lima waktu biasanya pilih masjid yang dekat rumah,” tandasnya.

Lihat juga...