Meski Angka Covid-19 Turun, RS di Jateng Diminta Tidak Tutup Layanan Isolasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat ditemui di Gubernuran, Semarang, Jumat (26/2/2021). Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Seiring program vaksinasi, angka penyebaran COVID-19 di wilayah Jateng, terus menurun. Hasilnya, angka keterisian rumah sakit juga menurun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, bed occupancy ratio (BOR) untuk ICU hanya 38,08 persen, dan tempat tidur isolasi hanya 33,01 persen.

“Meski data menunjukkan penurunan yang signifikan, namun saya minta pengelola rumah sakit untuk tidak buru-buru, menutup layanan isolasi covid-19 di tempatnya masing-masing, dan menjadikan ruangan itu untuk perawatan non covid,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Gubernuran, Semarang, Jumat (26/2/2021).

Hal tersebut kembali ditegaskannya, karena ada sejumlah rumah sakit yang sudah menutup sebagian layanan isolasi covid-19, termasuk di Kota Semarang.

“Angka covid-19 memang turun, namun kita tetap harus berjaga-jaga dan hati-hati. Lebih baik ruangan itu, disiapkan sebagai tempat cadangan penambahan tempat tidur ICU,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga kembali menegaskan terkait data aktif covid-19 di Jateng, untuk mengecek melalui laman corona.jatengprov.go.id. Hal tersebut ditegaskannya, terkait kembali ada perbedaan data kasus aktif di Jateng, khususnya di Kota Solo, dengan data Satgas Penanganan Covid-19.

“Data Satgas menunjukkan angka aktif covid-19 mencapai 7.354, sementara kasus aktif se-Jateng di angka 6.881 kasus. Sebab jika dilihat,di laman corona.jatengprov.go.id, kasus aktif di Solo atau Surakarta saat ini tercatat 278 kasus,” jelasnya.

Pihaknya pun meminta untuk melakukan koreksi, sebab perbedaan data yang sangat jauh tersebut, dikhawatirkan akan menimbulkan kekhawatiran warga Solo.

“Kita siap untuk membantu mensinkronkan data. Termasuk teman-teman Satgas Covid-19 bisa, mengkonfirmasi data kepada kami saat akan memberikan perkembangan data,” tegasnya.

Ganjar menegaskan, persoalan perbedaan data ini, bukan hanya sekarang saja terjadi, namun sudah beberapa kali.

“Seharusnya bisa belajar dari kasus yang sudah-sudah. Ada angka yang dari pusat, ada angka yang dari kami, dan tinggal diperbandingkan saja. Nanti selisih-selisih itu bisa kita konfirmasi. Karena memang selalu ada data delay,” tegas Ganjar.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Yulianto Prabowo saat dihubungi, terkait BOR atau angka keterisian rumah sakit, menjelaskan penurunan tersebut terjadi karena angka covid-19 di Jateng juga mengalami penurunan.

“Angka penurunan ini, seiring dengan program vaksinasi covid-19 yang sudah dilakukan. Untuk itu, kita juga mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi. Termasuk pada tahap kedua ini, dengan sasaran petugas publik dan lansia,” terangnya.

Disebutkan untuk di Jateng, ada sebanyak 5,5 juta sasaran penerima vaksin. “Sekarang ini, kita baru menerima sekitar 1 juta dosis vaksin, sehingga jumlahnya masih sekitar 20%. Untuk itu kita dorong percepatannya, sehingga dosis selanjutnya bisa segera diterima,” tandasnya.

Lihat juga...