Meski Pandemi, Masyarakat Tetap Penuhi Alun-alun Banjaran untuk Olahraga

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Alun-alun Banjaran, Kabupaten Bandung tampak tidak dalam situasi darurat pandemi Covid-19. Masyarakat sekitar terlihat masih memadati lokasi itu untuk melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berdagang, bermain hingga berolaraga.

Cecep (27), salah seorang warga yang ditemui Cendana News di lokasi tersebut mengatakan, bahwa ia dan teman-temannya sudah rutin berolahraga basket di Alun-alun Banjaran. Ia mengaku, tidak ada larangan menggunakan lapangan basket di sana, meskipun saat ini pandemi Covid-19 di wilayah setempat belum juga berhasil dikendalikan.

“Pernah waktu awal Corona aja ditutup alun-alun ini. Tapi setelah itu ngga pernah ditutup lagi. Hampir setiap kita olahraga basket di sini,” ujar Cecep, Jumat (5/2/2021).

Cecep mengatakan, bahwa ia dan teman-temannya tetap berupaya mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat berada di lokasi, kecuali saat olahraga berlangsung.

“Sebetulnya kita juga udah cape kalau mau menuruti peraturan corona ini. Banyak orang mulai nggak percaya, buktinya di sini aktivitas semua normal aja. Tapi karena ini di ruang publik, ya sebisa mungkin pakai masker,” tukasnya.

Karsim (Kiri), Pedangang Cilor di Alun-alun Banjaran saat sedang menyediakan pesanan pelanggannya, Jumat (5/2/2021). Foto Amar Faizal Haidar

Cecep juga justru bersyukur karena Alun-alun Banjaran tidak ditutup, sehingga ia masih bisa memanfaatkan area yang tersedia untuk berolahraga, dan menjaga kebugaran tubuhnya tetap stabil.

“Susah cari lapangan gratis, syukurnya alun-alun ini tetap dibuka, jadi bisa tetap menyalurkan hobi dan olahraga. Saya mah yakin, kalau olahraga bikin kita jauh dari Corona,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Karsim (46) Pedagang Cilor. Ia mengaku bersyukur Alun-alun Banjaran masih ramai oleh masyarakat, dengan demikian ia bisa tetap berdagang.

“Buat kita pedagang, yang penting itu bisa tetap jualan. Kita sudah nggak peduli sama Corona. Pokoknya  dagang aja, dari pada nggak dapat uang, nggak bisa makan. Itu lebih sakit lagi,” kata Karsim.

Dia mengaku, penghasilan yang ia dapatkan dari berjualan di Alun-alun Banjaran jauh lebih besar dibanding harus berkeliling membawa grobaknya.

“Kalau di sini sehari bisa dapat Rp100.000, kalau keliling belum pasti, dapat setengahnya aja sudah bagus, belum lagi capek nya. Jadi Alhamdulillah kita masih bisa jualan di sini, dan masyarakat juga boleh beraktivitas,” pungkasnya.

Lihat juga...