Mimika Dapat Tambahan 4.000 Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac

Vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan lansia – foto Ant

TIMIKA – Kabupaten Mimika, Papua, mendapatkan tambahan lebih dari 4.000 dosis vaksin Sinovac, guna mendukung Program Imunisasi COVID-19. Tambahan vaksin dikirim oleh Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Wakil Bupati Mimika, John Rettob mengatakan, vaksin tambahan digunakan untuk memvaksin pelayan publik seperti ASN, anggota TNI dan Polri. Kemudian, petugas di Bandara Mozes Kilangin Timika, dan Pelabuhan Pomako, awak media massa dan sejumlah pihak lainnya.

“Mimika sudah tiga kali menerima pengiriman vaksin Sinovac, di mana untuk pengiriman yang ketiga Mimika mendapatkan 4.000-an dosis vaksin Sinovac. Memang jumlahnya belum mencukupi untuk bisa melakukan vaksinasi seluruh pelayan publik di Mimika, namun pasti secara bertahap akan dikirim terus dari pusat,” ujar John Rettob, di Timika, Kamis (18/2/2021).

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob  – Foto Ant

Berdasarkan laporan Dinkes Mimika, hingga 16 Februari 2021, total warga Mimika yang telah divaksin berjumlah 2.486 orang, dengan cakupan mencapai 96,62 persen. Penerima suntikan vaksin Sinovac itu terdiri dari 16 pejabat publik dan 2.470 tenaga kesehatan.

Wabup Mimika menyebut, sampai saat ini masih terdapat sejumlah tenaga medis, yang belum divaksin. Hal itu dikarenakan beberapa alasan seperti, mengalami kenaikan tekanan darah, memiliki riwayat penyakit komorbid, dan ada yang pernah terpapar COVID-19.

Adapun pemberian suntikan vaksin Sinovac kepada pelayan publik direncanakan akan dimulai Maret 2021, dengan prioritas kepada mereka yang sering bekerja di luar rumah, yang setiap saat selalu berhubungan dengan masyarakat seperti, Satuan Polisi Pamong Praja, anggota TNI dan Polri, petugas di Bandara dan Pelabuhan.

Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra menyebut, kebutuhan vaksin untuk pelayan publik di Mimika diperkirakan sekira 18.000 dosis. Menghadapi penyuntikan vaksin sinovac kepada para pelayan publik di Mimika, Dinkes setempat berencana untuk membuat titik-titik pelaksanaan vaksinasi massal.

Hal itu untuk mempercepat proses vaksinasi, tetapi juga tidak sampai menghambat pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan utama baik di puskesmas, klinik maupun rumah sakit. “Kami akan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada semua pelayan publik untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19, tentu dengan syarat harus memiliki nomor induk kependudukan,” ujar Reynold.

Dinkes Mimika juga terus berkoordinasi dengan berbagai faskes, terutama klinik kesehatan di kalangan satuan TNI dan Polri, untuk mendata jumlah personel yang akan menerima suntikan vaksin COVID-19. “Data-data ini harus dilaporkan ke Kemenkes karena ini berhubungan dengan penyediaan vaksin,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...