Mulai 1 Maret SD dan SMP di Kota Mojokerto Menggelar KBM Tatap Muka

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat memberikan keterangan pers terkait dengan pembelajaran tatap muka, Senin (22/2/2021) – Foto Ant

MOJOKERTO – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka untuk jenjang SD dan SMP di Kota Mojokerto, Jawa Timur, dimulai pada 1 Maret 2021.

Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, keputusan ini diambil karena angka keterpaparan COVID-19 di Kota Mojokerto menunjukkan penurunan. “Kapasitas peserta didik maksimal 50 persen, penggunaan masker tiga lapis selama proses KBM berlangsung,” ujar wali kota yang akrap disapa Ning Ita, saat temu media di Kota Mojokerto, Senin (22/2/2021).

Ning Ita, yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Mojokerto mengatakan, saat ini bisa dilihat pada peta epidemiologi di laman covid19.mojokertokota.go.id. Kota Mojokerto telah berada di zona kuning dan sebagian di zona hijau.

Namun demikian, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan dengan beberapa ketentuan. Diterapkan secara terbatas, dan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. “Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum memasuki dan setelah keluar kelas, menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter, serta menerapkan etika batuk dan bersin,” jelasnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto tersebut mengatakan, untuk siswa dengan kondisi yang kurang sehat, serta mengalami gejala batuk atau pilek, disarankan untuk sementara tidak mengikuti KBM tatap muka. Hal itu dilakukan, sampai kondisinya sehat.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto akan memastikan, sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan di satuan pendidikan sesuai dengan standar, seperti memastikan ketersediaan tempat cuci tangan yang memadai, jumlah ketersediaan masker tiga lapis untuk siswa dan tenaga pendidik, tersedianya thermo gun. “Dan memastikan ketersediaan sekat di masing-masing bangku yang akan digunakan oleh siswa,” tuturnya.

Seluruh siswa, yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka, harus mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali terlebih dahulu.”Hal ini demi kepentingan psikologis dan kesiapan bersama,” ujarnya.

Selain itu, para tenaga pendidik juga sudah diusulkan untuk mendapatkan prioritas vaksin, agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan aman dan nyaman. “Kami berharap penerapan KBM tatap muka dengan protokol kesehatan ini dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa SD-SMP di Kota Mojokerto,” jelasnya.

Pembelajaran tatap muka di Kota Mojokerto dilaksanakan sebagaimana SKB 4 Menteri Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 tahun 2020 Nomor : k.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021 di Masa Pandemi COVID-19.

SKB ini menyebut,  dinas pendidikan provinsi, kabupaten, maupun kota, dapat menyiapkan rencana pembelajaran tatap muka atau kelas klasikal secara terbatas, sesuai dengan protokol kesehatan. Di Kota Mojokerto, pembelajaran tatap muka akan diikuti oleh 12.314 siswa SD dan 8.362 siswa SMP negeri dan swasta. (Ant)

Lihat juga...