Mulai Senin Vaksinasi COVID-19 Untuk Nakes Lansia Dimulai

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin – Foto Ant

JAKARTA – Program vaksinasi untuk warga lanjut usia dengan prioritas Tenaga Kesehatan (Nakes) akan dimulai Senin (8/2/2021) pukul 09.00 WIB. Hal itu sebagai tindaklanjut dari persetujuan penggunaan darurat vaksin CoronaVac, oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami sudah memperbaiki petunjuk teknis, sudah mengomunikasikan dengan jajaran di lapangan, agar besok (Senin, 8/2/2021) jam 09.00 WIB, vaksinasi untuk lanjut usia dengan prioritas tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun bisa dimulai,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Minggu (7/2/2021).

Budi mengatakan, Indonesia secara resmi memulai program vaksinasi pada 13 Januari 2021, dengan memprioritaskan sasaran pada tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan diutamakan terlebih dahulu, karena mereka memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus COVID-19. Lanjut usia, juga merupakan kelompok rentan bila tertular COVID-19, karena memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi fatal. Itu sebabnya, di beberapa negara, vaksinasi diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan kelompok lanjut usia terlebih dahulu.

Tenaga kesehatan di Indonesia yang berusia di atas 60 tahun, saat ini berjumlah 11.600 orang lebih. Mereka sebelumnya tidak bisa divaksinasi, karena persetujuan penggunaan darurat vaksin dari BPOM hanya untuk rentang usia 18 tahun hingga 59 tahun. “Tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun adalah orang yang berisiko terpapar virus corona, sekaligus berisiko mengalami kefatalan yang lebih tinggi,” tuturnya.

Budi mengatakan, persetujuan penggunaan darurat BPOM terhadap vaksin CoronaVac, yang bisa digunakan untuk kelompok lanjut usia merupakan kabar baik. Hal itu merupakan salah satu upaya, untuk melindungi kelompok yang lebih rentan tertular dan lebih berisiko mengalami kefatalan yang lebih tinggi.

Sehingga pasien dengan gejala berat bisa dikurangi. “Bila pasien dengan gejala berat bisa dikurangi, tekanan ke rumah sakit terutama pasien dengan kondisi berat juga bisa dikurangi. Pada akhirnya beban tenaga kesehatan di rumah sakit juga bisa berkurang, karena sebagian besar yang lanjut usia bisa dicegah tidak perlu ke rumah sakit,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...