Musim Hujan Kebutuhan Kuliner Berbahan Rempah Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kebutuhan akan sejumlah bahan rempah meningkat seiring banyaknya kuliner penghangat badan saat musim penghujan.

Marniati, pemilik warung makan di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menyebut bumbu rempah dibutuhkan untuk minuman dan makanan. Jenis bumbu yang digunakan berupa jahe, sereh, kunyit, cabai jamu, lada dan beragam bumbu lain.

Marniati, pembuat bandrek, salah satu minuman berbahan rempah jahe, serai dan gula merah di Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (6/2/2021) – Foto: Henk Widi

Rantai pasok dari pedagang di pasar Bakauheni sebut Marniati cukup lancar. Sepekan ia membutuhkan belasan kilogram jahe, serai dan rempah lain untuk bumbu kuliner.

Menyediakan menu konro, coto Makassar serta sejumlah kuliner penghangat badan kebutuhan bumbu rempah cukup tinggi. Menyediakan menu minuman bandrek juga mendorong kebutuhan jahe yang meningkat.

Marniati bilang memiliki pemasok yang akan mengirim bahan rempah untuk kuliner miliknya. Jenis jahe merah, jahe emprit, gula aren dipasok dari wilayah Ketapang.

Minat konsumen untuk menikmati varian kuliner penghangat badan membuat bumbu rempah dominan dibutuhkan. Kunci kuliner memiliki cita rasa khas dan digemari berasal dari bumbu yang pas dan maksimal.

“Bumbu rempah yang tepat akan menciptakan cita rasa kuliner yang kuat sehingga saya tidak pelit bumbu, meski harga sedang naik seperti cabai, namun tidak pernah saya kurangi. Demikian juga pada pembuatan minuman tradisional bandrek jahe harus banyak agar khasiatnya terasa,” terang Marniati saat ditemui Cendana News di Bakauheni, Sabtu (6/2/2021).

Rantai pasok bahan baku yang lancar sebutnya menjadi kunci usaha kuliner tetap stabil. Kondisi cuaca yang didominasi angin kencang, hujan di wilayah pesisir Bakauheni membuat minuman bandrek paling diminati.

Menjaga kualitas bahan baku, jenis jahe yang disediakan berasal dari hasil panen petani. Jahe segar yang dipakai untuk pembuatan minuman juga berguna untuk bumbu olahan daging ayam dan sapi.

Harsono, salah satu penikmat minuman bandrek menyebut rempah sereh, jahe menghangatkan badan. Tambahan gula aren dan madu yang dicampurkan pada minuman tersebut pas untuk menjaga stamina tubuh.

Saat penghujan kondisi badan yang kerap drop berimbas ia kerap masuk angin. Namun minuman bandrek berbahan rempah pada warung milik Marniati jadi alternatif penghangat badan.

“Kadang stok minuman bandrek tidak tersedia karena pasokan jahe terlambat, namun sekarang selalu tersedia,” bebernya.

Selain meminum bandrek, Harsono menyebut kuliner tradisional berpotensi menjaga imunitas tubuh. Asupan gizi yang baik pada makanan yang disantap sebutnya akan meningkatkan kekebalan tubuh.

Ia kerap memilih menu coto Makassar buatan Marniati. Bumbu rempah pada menu tersebut semakin lengkap dengan adanya merica, pala yang menghangatkan tubuh.

Pasokan bumbu dapur rempah selalu disediakan oleh Soimah, pedagang di pasar Kalianda. Bumbu rempah yang disediakan olehnya meliputi cabai jamu, serai, jahe, kunyit, lengkuas, merica, pala hingga cengkih.

Berbagai jenis bumbu rempah tersebut dipasok dari petani setiap pekan. Kebutuhan bumbu rempah banyak diminta oleh pemilik warung makan, pembuat jamu tradisional.

Rantai pasok yang lancar sebut Soimah mendukung sektor usaha kuliner. Munculnya sejumlah usaha kuliner yang membutuhkan bumbu rempah meningkatkan penjualan.

Sejumlah bumbu rempah tersebut menjadi bahan utama untuk menciptakan cita rasa lezat pada makanan tradisional. Bumbu rempah penghangat badan sebagai penambah cita rasa sekaligus menjaga daya tahan tubuh.

Kebutuhan akan serai atau sereh memberi keuntungan bagi Siti Aminah, pencari bumbu di Pasuruan, Penengahan, Lampung Selatan, Sabtu (6/2/2021) – Foto: Henk Widi

Siti Aminah, pencari bumbu rempah untuk dipasok ke pedagang pasar mengaku memasok dari petani. Sejumlah bumbu rempah yang dipasok berupa jahe, kunyit, kapulaga, pala, lada hingga cabai jamu.

Berbagai bumbu rempah tersebut dikumpulkan dari petani untuk dipasok ke pedagang. Permintaan bumbu rempah sebutnya, meningkat saat pandemi Covid-19 dalam pembuatan jamu. Kebutuhan kuliner penghasil menu penghangat badan ikut mendorong kebutuhan bumbu rempah.

Lihat juga...