Musim Hujan, Petani di Pinggirsari Kembali Manfaatkan Air Sungai

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Setelah sempat mengalami kekeringan cukup panjang di musim kemarau, kini sungai Pinggirsari, Kecematan Arjasari, Kabupaten Bandung sudah kembali dapat dimanfaatkan petani setempat untuk mengaliri sawah mereka.

Emen (62), Petani yang memiliki ladang sawah di dekat sungai itu mengaku bersyukur dengan keadaan tersebut. Pasalnya, kini dia tidak lagi harus mengambil air dari sumber lain yang jaraknya cukup jauh.

“Kalau sungai ini kering, harus ambil airnya dari sumber di atas. Lumayan jauh dan paralonnya juga harus yang panjang. Biasanya hasilnya tidak maksimal,” ujar Emen kepada Cendana News, Rabu (10/2/2021) di ladang miliknya.

Meski demikian, aliran air sungai Pinggirsari hingga saat ini terpantau belum begitu deras. Ditambah, banyaknya petani yang memasang pipa di sungai, membuat ladang di aliran terbawah masih cukup kesulitan.

“Sebetulnya ini juga belum terlalu besar air sungainya. Kalau lebih ke bawah lagi, bakal lebih susah dapat airnya,” tandas Emen.

Selain itu, hal yang cukup disayangkan oleh sejumlah petani dan pekebun di bantaran sungai Pinggirsari adalah kondisi air yang kotor akibat banyaknya kotoran hewan seperti sapi yang dibuang ke sungai.

“Masih banyak yang buang kotoran sapinya ke sungai, itu yang bikin airnya keruh begini. Tapi beberapa peternak sapi di sini sudah ada yang mulai budidaya cacing, jadi lumayan berkurang kotorannya,” tukas Pak Emen.

Pada kesempatan yang sama, Ujang, Petani setempat juga menceritakan, bahwa dulu, saat air di sungai Pinggirsari melimpah, hampir semua lahan petani ditanami padi, namun saat ini, sebagian lahan pertanian dialih fungsikan menjadi kebun.

“Dulu hampir semua petani di sini nanam padi. Sekitar tahun 2000an karena airnya agak susah, jadi sebagian besar nanamnya sayur-sayuran, kayak jagung, ubi dan bawang,” kata Ujang.

Di samping itu, lanjut Ujang, sebagian masyarakat juga banyak yang menebang pohon bambu di sekitar sungai, padahal, keberadaan pohon bambu bisa menjaga ekosistem sungai agar tetap hidup.

“Iya namanya orang kan macam-macam. Kita ngga bisa larang, itu hak mereka. Tapi seandainya mereka ngerti, bambu itu seharusnya tidak ditebang biar sungai kita tetap bagus,” pungkas Ujang.

Lihat juga...