Muslih Meraup Untung dari Usaha Kelapa Bakar 

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Menikmati minuman kelapa bakar ditaburi dengan campuran rempah-rempah, terasa sangat nikmat mampu menghangatkan tubuh. 

Apalagi tingginya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat membuat olahan minuman kelapa bakar ini banyak dicari. Pelaku usaha kelapa bakar pun meraup keuntungan yang menggiurkan.

Muslih Hadi Efendi, pemilik kedai  kelapa bakar mengaku sudah empat tahun merintis usaha ini di Jalan Raya Kalisari, Jakarta Timur.

Menurutnya, kelapa bakar ini sangat enak jika diminum saat masih panas. Karena selain dapat mendetoksifikasi badan, airnya juga dapat menghangatkan tubuh.

Bahkan khasiat minuman kelapa bakar bercampur rempah ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti kolesterol, batu ginjal, diabetes, maag, lambung, batuk-pilek dan lainnya.

“Kelapa bakar ini disajikan dengan campuran beragam rempah, saat diminum terasa segar, khasiatnya membuat tubuh lebih sehat menyembuhkan penyakit,” ujar Muslih, kepada Cendana News saat ditemui di kedainya di Jalan Raya Kalisari, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2021) sore.

Menurutnya, ragam rempah-rempah yang dibuatnya sendiri itu dicampurkan ke dalam kelapa sesaat setelah dibakar. Kemudian diaduk rata, dan siap untuk disajikan kepada pembeli.

Adapun bahan rempahnya terdiri dari jahe merah, jinten, kapulaga, kayu manis, sereh, lada hitam, cabai Jawa, lada hitam, gingseng, gula aren, dan madu.

“Semua rempah itu, saya ramu sendiri menjadi semacam jamu untuk dicampurkan ke dalam kelapa,” ujar pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah 38 tahun, ini.

Karena khasiatnya diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, kedai kelapa bakar milik Muslih pun selalu ramai pembeli tidak hanya dari Jakarta, tapi juga dari daerah lain. Seperti, Bandung, Bekasi, Tanggerang, dan Cileungsi.

Setiap hari dia menghabiskan 90 butir kelapa bakar, dengan harga yang berbeda tergantung dari varian yang dipesan pembelinya.

“Saya juga kan jual kelapa bakar original, harganya Rp 16 ribu. Kalau yang pakai rempah-rempah Rp 22 ribu, dan yang rempah pakai telur Rp 27 ribu. Tapi jenis kelapa bakarnya juga ada dua, yaitu kepala biasa dan hijau. Selisih harga juga beda lebih mahal kelapa bakar hijau, contohnya untuk yang pakai rempah itu Rp 25 ribu,” ungkapnya.

Dia menyebut, kelapanya dipasok dari daerah Lampung, Serang dan Sukabumi. Sedangkan untuk proses bakar kelapanya menghabiskan waktu sekitar satu jam setengah.

Kelapa-kelapa muda itu dimasukkan ke dalam tabung berbahan belahan drum, yang atasnya dilengkapi dengan cerobong untuk mengeluarkan asap agar tidak tersebar luas.

Dalam tabungnya, diberi batok kelapa sebagai bahan untuk proses membakar kelapanya.

“Untuk satu kali proses bakar itu sekitar 40 kelapa, dan lama bakarnya itu satu setengah jam. Nah, agar kepulan asap tidak menganggu warga karena di sini dekat perumahan, saya buatkan cerobong ke atas di tabung pembakarannya,” ujarnya.

Muslih mengaku merintis usaha ini, awalnya dia ikut membantu kakaknya berdagang kelapa bakar ini. Namun di pertengahan jalan, kakaknya akan melepas usaha kelapa bakar ini.

Hingga kemudian, Muslih pun berminat meneruskan usahanya dengan membeli semua peralatan dan menyewa tempatnya.

“Ya, awalnya saya bantu kakak jualan kelapa bakar ini. Nah, terus dia mau lepas usahanya ini, ya saya bilang biar saya saja yang nerusin. Saya bayar waktu itu Rp 24 juta untuk peralatan dan sewa tempatnya ini,” ujarnya.

Kini setelah empat tahun merintis usaha kelapa bakar, Muslih selalu kebanjiran pembeli, baik dalam kondisi suasana panas maupun dingin dikala musim hujan saat ini.

Bahkan menurutnya, di masa pandemi Covid-19, pembelinya naik sekitar 30 persenan. “Alhamdulillah pembelinya banyak, ini kondisi Covid-19 saja naik 30 persenan. Nah, pendapatan itu kalau kotor Rp 1,5 juta per harinya. Kalau bersihnya Rp 500 ribu per hari. Jadi, sudah balik modal ya,” imbuhnya.

Menurutnya, usaha kelapa bakar ini sangat potensial untuk terus dikembangkan, karena prosesnya pun mudah dan memberikan keuntungan yang lumayan besar.

Yang terpenting menurutnya, dalam menjalankan usaha ini selalu menjaga kualitas minuman kelapa bakar, sehingga tidak mengecewakan pelanggan.

“Peluang usaha kelapa bakar ini prospektif banget. Saya ingin buka cabang di Jakarta Pusat, semoga bisa terwujud,” pungkasnya.

Lihat juga...