Nakes-Karyawan RSD dr. Soebandi Jember Divaksinasi Tahap II

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER —  Sebanyak 1.034 tenaga kesehatan dan karyawan Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, Jember, Jawa Timur, melakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua setelah melalui rentang waktu 14 hari vaksinasi tahap pertama.

“Pemberian vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pada saat ini untuk karyawan di Rumah Sakit dr. Soebandi, merupakan tahap kedua,” ujar Direktur Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, dr. Hendro Soelistijono, M.M., M.Kes kepada Cendana News, di  rumah sakit setempat di Jember, Jumat (12/2/2021).

Ia menjelaskan, jarak waktu yang ditentukan dari tahap pertama ke tahap kedua selama 14 hari,  untuk mengetahui apakah setelah dilakukan vaksinasi, orang yang bersangkutan mengalami gejala tertentu. Setelah jarak waktu itu dilewati tanpa ada gejala, maka seseorang yang telah divaksin dapat dilakukan vaksinasi kembali pada tahap kedua.

“Alur proses pada pemberian vaksinasi tahapan kedua sama dengan proses yang pertama. Setiap orang terlebih dahulu melakukan pendaftaran secara elektronik, setelah tahapan registrasi dilakukan, setiap orang yang telah terdaftar, pada hari pelaksanaan pemberian vaksinasi, terlebih dahulu dilakukan pencocokan data validasi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, setelah melalui proses pencocokan data, selanjutnya proses screening. Proses ini dilakukan untuk mengetahui, apakah ada gejala setelah dilakukan vaksinasi di tahap pertama atau tidak ada, serta apa ada gejala lain dari penyakit bawaan bagi yang bersangkutan, seperti gejala penyakit diabetes, hipertensi dan lain-lain.

“Proses screening ini merupakan proses untuk mengetahui pada diri pribadi seseorang. Apakah ada gejala setelah dilakukan vaksinasi pada tahapan pertama. Serta mendeteksi apakah ada gejala lain atas penyakit bawaan, baru setelah selesai tahapan screening dinyatakan lolos, maka berlanjut pada tahapan pemberian vaksin Covid-19,” jelasnya.

dr. Lutfi, ditemui setelah pemberian vaksin tahap II, di Aula Masjid dr.Soebandi Jember, Jumat (12/2/2021). -Foto: Iwan Feri Yanto

Pemberian vaksinasi berdasarkan keterangan salah satu dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit dr. Soebandi, tidak begitu saja telah selesai, masih ada proses tahapan akhir yang perlu untuk dilakukan setelah pemberian vaksin Covid-19.

Spesialis Penyakit Dalam dr. Lutfi mengatakan, tahapan akhir pada pemberian vaksinasi yaitu proses observasi. Pada tahapan akhir ini dilakukan untuk mengetahui, apakah seseorang yang telah dilakukan pemberian vaksinasi mengalami gejala efek samping.

“Tahapan observasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Jika dalam kurung waktu selama 30 menit tidak ada gejala, maka orang yang bersangkutan bisa meninggalkan ruangan,” katanya.

Adapun soal  efek samping dari pemberian vaksin Covid-19 yang pertama kali dirasakan adalah mengantuk. Namun, menurut dr Lutfi, gejala itu masih normal dan tidak berlebihan.

Ia menyarankan, sebelum melakukan vaksinasi perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, demikian halnya setelah pemberian vaksinasi. Selain itu, minum vitamin. “Namun tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, menggunakan masker,” pungkasnya mengingatkan.

Lihat juga...