Nelayan Upayakan Evakuasi Kapal Tenggelam di Mukomuko

MUKOMUKO – Dua kapal milik nelayan Kecamatan Teramang Jaya Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, hingga kini masih berupaya mengevakuasi satu kapal milik nelayan setempat yang tenggelam di perairan laut Tapak Merah Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh sejak hari Sabtu (6/2).

“Kapal yang tenggelam masih di tengah dan berusaha ditarik ke muara oleh dua kapal yang lain dan sampai dengan saat ini kapal belum sampai ke muara,” kata Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko, AKBP Andy Arisandi dalam keterangannya di Mukomuko, Minggu.

Ia mengatakan hal itu setelah menerima laporan terkait perkembangan situasi Kapal warga Desa Pasar Bantal Kecamatan Teramang Jaya yang Tenggelam dan kondisi anak buah kapal dari Polsek Teramang Jaya.

Sebuah kapal milik nelayan Desa Pasar Bantal Kecamatan Teramang Jaya yang sedang melaut di perairan laut Tapak Merah Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh Sabtu (6/2) malam sekitar pukul 19.30 WIB dilaporkan tenggelam, namun tidak ada korban akibat peristiwa itu.

Kapal tersebut milik Budi Nurman (45) dari Desa Pasar Bantal, sedangkan identitas anak buah kapal (ABK) Subur (60) sebagai tekong atau kapten kapal dari Desa Mandi Angin Jaya dan Farel (18) sebagai ABK dari Desa Mandi Angin Jaya.

Ia mengatakan dari dua anak buah kepal, satu di antaranya yakni Subur sebagai kapten kapal tersebut telah selamat dan sudah sampai ke tepi pantai, sementara ABK atas nama Farel masih berada di tengah laut untuk ikut menarik kapal yang tenggelam tersebut.

Sampai sekarang ini, katanya, nelayan di wilayah tersebut masih menunggu dua kapal milik nelayan di daerah ini mengevakuasi kapal yang tenggelam di perairan laut di wilayah ini.

Sementara itu kronologis kejadian kapal milik nelayan tersebut tenggelam setelah Budi Nurman pemilik kapal mendapat laporan dari Farel sebagai ABK melalui telepon bahwa ruang mesin kapal sudah penuh dengan air dan mesin kapal sudah terendam.

Farel mengatakan akan berenang ke tepi pantai, setelah itu handphone mati dan tidak dapat dihubungi kemudian Budi Nurman menghubungi para nelayan untuk membantu mencari ABK tersebut. (Ant)

Lihat juga...