Nikmatnya Labu Kuning Kuah Santan Khas Flores

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Sayur labu kuning saat musim hujan mudah sekali dijumpai dijual para petani di pasar tradisional di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Warga Kelurahan Weri, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Maria Dalena saat ditemui di rumahnya, Senin (15/2/2021). Foto : Ebed de Rosary

Setiap hari selalu ada yang menjualnya, baik pucuk, buah labu kuning yang masih muda dan berwarna hijau hingga yang setengah tua dan berwarna kekuningan.

“Sayur labu kuning mudah dimasak karena bumbu-bumbunya mudah dijumpai di pasar tradisional,” sebut Maria Dalena, warga Kelurahan Weri, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT saat dihubungi, Sabtu (20/2/2021).

Maria menyebutkan, bumbu-bumbu yang dipergunakan hanya bawang putih, bawang merah, lombok kecil dan lombok besar.

Pertama-tama, kata dia, pilih labu kuning yang setengah tua lalu kupas kulitnya dan cuci bersih.

Dia sarankan untuk menggunakan kelapa yang benar-benar sudah tua agar rasa santannya lebih enak.

“Parut kelapa dan remas hingga menjadi santan lalu teruh di wadah terpisah. Kelapa harus benar-benar yang sudah tua atau matang dan cukup gunakan satu buah saja,” sebutnya.

Maria menyebutkan, cara membuatnya pertama-tama ulek atau haluskan bawang merah, bawang putih dan cabe kecil hingga halus. Usahakan menggunakan cobek dan jangan mempergunakan blender.

Selanjutnya ucap dia, panaskan sedikit minyak goreng di wajan lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan tersebut hingga wangi lalu masukan santan kental ke dalamnya.

“Biarkan santan hingga mendidih lalu masukan buah labu kuning. Iris lombok besar dan masukan juga ke dalam wajan lalu aduk sayuran tersebut hingga merata,” tuturnya.

Sesudahnya, kata Maria, masukan garam dan sedikit penyedap rasa sesuai selera lalu diamkan selama beberapa menit hingga buah labu kuning benar-benar matang.

Disebutkannya, biasanya ada yang menggunakan juga labu kuning yang masih muda dan kulitnya berwarna hijau. Untuk labu kuning yang muda, ada yang memasaknya menggunakan kulit.

Sementara itu, Macy Diaz warga Kelurahan Lokea, Kota Larantuka mengakui, sayur labu kuning memang sudah terbiasa dikonsumsi warga apalagi saat musim hujan dimana stok sayuran ini melimpah.

Macy katakan,selain dijual di pasar tradisional dengan harga Rp5 ribu sampai Rp10 ribu per buahnya, labu kuning juga banyak ditanam warga di kebun milik mereka untuk dikonsumsi sendiri.

“Sayur labu kuning selain dimasak menggunakan santan kelapa, bisa juga ditumis. Daun labu kuning yang masih muda juga enak untuk dibuat sayur baik ditumis ataupun menggunakan santan,” sebutnya.

Lihat juga...