Nikmatnya Teh Rempah Pantai Paris Homestay

Editor: Mahadeva

Teh rempah dari bahan alami saat dicicipi di Pantai Paris, Lokaria, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (20/2/2021) - Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE – Pandemi COVID-19, membuat pelaku pariwisata, termasuk para pemilik home stay di Pantai Paris Kota Maumere kehilangan pendapatan. Pandemi membuat wisatawan tidak ada yang berkunjung dan menginap di Kabupaten Sikka.

“Akibat adanya COVID-19, kami kehilangan pendapatan. Ini yang membuat saya memanfaatkan kesempatan menjual makanan dan minuman berbahan lokal yang tersedia,” kata Wenefrida Efodia Susilowati, pemiliki Pantai Paris Homestay yang ada di Lokaria, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di tempat usahanya, Sabtu (20/2/2021).

Pelaku wisata sekaligus pembuat teh rempah di Lokaria, Desa Habi, Kecamatan Kangae,Kabupaten Sikka,NTT,Wenefrida Efodia Susilowati saat ditemui di tempat usahanya, Sabtu (20/2/2021).Foto : Ebed de Rosary

Susi menyebut, dirinya memberanikan diri meracik teh rempah berbahan alami. Bahan bakunya mudah diperoleh di pasar tradisional sepeti jahe, kunyit, daun serai, daun pandan dan madu. Cara membuatnya, siapkan jahe, kunyit, daun serai dan pandan. Tumbuk bahan tersebut hingga hancur, kemudian seduh dengan air mendidih.

Setelah itu, masukan di dalam teko dan ditutup. Penutupan dilakukan, agar minuman the tetap terasa hangat dan menyegarkan saat dikonsumsi. “Bila hendak diminum dan dituang digelas siapkan saringan lalu tuang ke dalam gelas. Saya mencampurnya dengan madu asli, agar bisa lebih menyehatkan,” tandasnya.

Susi menyebut, minuman tersebut bisa untuk menambah stamina tubuh, apalagi di situasi pandemi saat ini. Minuman tersebut semuanya berbahan dari alam yang segar, dan dibeli dari petani di pasar tradisional.

Susi menjual segelas teh rempah dengan harga Rp10 ribu. Sementara bila dicampur dengan madu asli, maka harga jualnya menjadi Rp15 ribu per gelas. Bahan yang dibuat menjadi teh tersebut, adalah bahan-bahan yang ditanam secara organic, tanpa menggunakan bahan kimia. “Sudah banyak yang membelinya bahkan ada kantor juga memesan minuman ini bila menggelar acara. Ada juga pribadi-pribadi yang datang ke tempat saya dan menikmatinya di pinggir pantai,” ungkapnya.

Seorang pelaku pariwisata, Elisia Digma Dari, mengaku sering meminum teh alami buatan Susi. Dia merasakan, sajian minuman tersebut terasa enak, dan membuat tubuh menjadi segar, apalagi saat dikonsumsi saat musim hujan.

Elis menyebut, meskipun mudah dibuat, minuman tersebut tidak ada yang menjualnya di Kota Maumere. Sehingga dirinya menilai keberadaan minuman tersebut sebagia peluang usaha. “Minumannya enak dan menyegarkan, apalagi harganya tergolong murah. Bahan-bahan semuanya masih segar dan bebas bahan kimia,” ungkapnya.

Lihat juga...