Objek Wisata Bahari Lamsel Alami Kerusakan Imbas Gelombang Pasang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah objek wisata bahari di Lampung Selatan terdampak fase gelombang pasang sejak empat hari terakhir. Rusli, pengelola objek wisata pantai Pedada, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, menyebut musim angin Utara dan Selatan berlangsung sejak Kamis (18/2/2021) menyebabkan hamparan pasir tertarik ke perairan, fasilitas pelengkap diterjang gelombang.

Terjangan gelombang disertai angin kencang tidak berdampak kerusakan parah. Namun fasilitas ban untuk estetika pantai, tempat duduk tepi pantai sebagian roboh. Pengunjung objek wisata bahari di pantai Pedada sebut Rusli tetap stabil. Hanya saja kondisi pantai yang menarik pasir, lumpur berubah keruh.

“Kunjungan wisatawan saat akhir pekan tetap normal tidak ada perubahan, hanya saja kegiatan mandi yang dilakukan menunggu air jernih, gelombang pasang berlumpur kerap terjadi saat sore hingga malam, pagi hingga siang akan normal dan air laut lebih jernih,” terang Rusli saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (21/2/2021).

Rusli menambahkan, hamparan pasir pantai yang putih tergerus gelombang. Dampaknya bentang pasir pantai alami pengurangan, semula puluhan meter berkurang sekitar sepuluh meter.

Hendra, warga setempat yang memiliki usaha kantin di pantai Pedada menyebut sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Sejumlah fasilitas yang rusak menurutnya bisa diperbaiki. Beberapa fasilitas berupa ban, papan, kayu dengan bahan bekas akan ditata kembali saat kondisi cuaca membaik.

“Wisatawan yang mengajak keluarga terutama anak anak masih bisa bermain ayunan, duduk di kursi santai, bermain pasir, melihat kapal labuh jangkar,” terang Hendra.

Pengunjung sebutnya tetap bisa berwisata dengan masuk ke lokasi cukup membayar biaya parkir Rp5.000 hingga Rp10.000. Fasilitas kursi dengan tikar yang berada di bawah pohon ketapang, waru laut dan kemiri laut disewakan seharga Rp10.000. Anak anak yang ingin berenang untuk menikmati suasana pantai bisa menyewa pelampung ban mulai Rp5.000.

Berbeda dengan pantai pesisir Timur Lamsel, sejumlah destinasi wisata bahari sisi Barat tidak terlalu terdampak gelombang.

Saiman Alex, ketua Pokdarwis Minangrua Bahari menyebut gelombang dan angin tetap terjadi. Namun pantai di wilayah tersebut kerap mendapat kiriman sampah, pasir tergerus saat musim angin Barat. Wisatawan tetap bisa datang menikmati keindahan pantai di Desa Kelawi, Bakauheni tersebut.

“Pengaruh gelombang dan angin kencang belum berpengaruh dan pantai tetap bersih, aman bagi wisatawan,” tuturnya.

Pengelola objek wisata pantai Pedada Desa Sumur, Ketapang, Lampung Selatan, Rusli, memperlihatkan sejumlah fasilitas ban yang tergerus ombak imbas angin utara sejak empat hari terakhir pada kawasan wisata bahari, Minggu (21/2/2021). Foto: Henk Widi

Akhir pekan dengan dibukanya objek wisata berimbas pada kenaikan okupansi resort, homestay dan penginapan. Belasan kamar di sejumlah penginapan direservasi oleh wisatawan secara online. Wisatawan juga bisa datang menikmati suasana pantai yang bersih dan mengunjungi goa lalai, green canyon dan curug kepayang.

Di pantai dan pulau Mengkudu, kondisi wisata bahari tersebut juga lebih bersih. Rahmat, ketua Pokdaewis Ragom Helau, Desa Totoharjo, Bakauheni mengatakan, angin Utara dan Selatan tidak berdampak signifikan bagi kebersihan pantai. Meski ada sampah terdampar namun volumenya sedikit dan bisa dibersihkan.

Jumlah kunjungan saat liburan sebutnya mulai stabil selama masa pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah wisatawan bisa datang ke pantai dan pulau Mengkudu via laut dan darat. Kunjungan via laut melalui pantai Belebuk akan difasilitasi ojek perahu yang disediakan pengelola.

Lihat juga...