Objek Wisata Candi Arjuna Dieng Kembali Dibuka

Embun upas yang terjadi di Komplek Candi Arjuna, Dieng – foto Ant

BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), kembali membuka objek wisata Candi Arjuna, yang sempat ditutup untuk wisatawan selama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Pekan ini sudah mulai dibuka kembali,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banjarnegara, Agung Yusianto, Rabu (17/2/2021).

Dinas Pariwisatawa Banjarnegara memastikan, penerapan protokol kesehatan di objek wisata tersebut telah berjalan dengan baik. “Kami memastikan bahwa pembatasan pengunjung sebesar 30 persen dari kapasitas normal dan penerapan protokol kesehatan lain, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak telah berjalan dengan baik,” tambahnya.

Pihaknya juga mengimbau pengelola seluruh objek wisata yang ada di Banjarnegara, untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. “Penerapan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan merupakan hal yang utama,” katanya.

Dinas Pariwisata Banjarnegara terus berupaya, untuk mematuhi kebijakan di sektor pariwisata sebagai bentuk komitmen untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Chusmeru, mengapresiasi langkah Pemkab Banjarnegara dalam hal penegakan protokol kesehatan di objek wisata.

Penegakan protokol kesehatan di objek wisata sangat diperlukan, guna memutus siklus penularan COVID-19. Pihak pengelola objek wisata, satgas COVID-19 di daerah, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya, perlu memastikan bahwa semua individu yang berada di dalam objek wisata telah menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun. “Jika terjadi kerumunan maka perlu ditindak tegas dan dilakukan evaluasi, jika dalam pengawasan dan evaluasi,” tandasnya.

Tanpa adanya protokol kesehatan yang ketat, dikhawatirkan terdapat risiko penularan COVID-19 di destinasi wisata. “Karena itu sosialisasi dan edukasi harus diperkuat, pengawasan dan penegakan peraturan harus dilakukan guna menekan risiko penularan COVID-19,” jelasnya.

Semua pihak, perlu memahami bahwa terdapat risiko penularan jika abai terhadap protokol kesehatan.  (Ant)

Lihat juga...