OJK Jateng-DIY: Literasi Masyarakat Terkait Asuransi Perlu Ditingkatkan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menilai, dibandingkan literasi perbankan, pengetahuan masyarakat terkait asuransi dinilai masih relatif rendah. 

“Ini tantangan bagi perusahaan atau industri asuransi, bagaimana meningkatkan literasi masyarakat terkait asuransi. Berdasarkan survei yang kita lakukan pada 2019 lalu, literasi asuransi baru 19,4 persen. Angka ini masih tertinggal jauh dari perbankan yang mencapai 73, 18 persen, ” papar Deputi Direktur Pengawasan LJK 3 dan Perizinan OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Tias Retnani, dalam webinar bertajuk ‘Prospek Industri Asuransi’, yang digelar oleh Wartawan Ekonomi Semarang, Kamis (15/2/2021).

Tidak hanya itu, dari segi inklusi asuransi juga baru mencapai 13 persen, tertinggal dengan perbankan yang mencapai 36 persen.

“Banyak masyarakat sebenarnya sudah paham asuransi namun mereka tidak menggunakan. Inilah yang menjadi tantangan bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk mengurangi resiko yang dialami masyarakat,” imbuhnya.

Di satu sisi, OJK juga memastikan tetap melakukan pengawasan sebagaimana tugasnya, termasuk di industri asuransi.

“Kita lakukan pembenahan dalam konsep pengawasan yang lebih intens, termasuk menggunakan teknologi informasi dalam analisis perkembangan perusahaan asuransi. Termasuk juga pengawasan terkait kualitas agen asuransi, yang kita lakukan bersama asosiasi terkait, yang mengharuskan agen asuransi bersertifikasi,” tandasnya.

Sementara, pembicara lainnya Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Apriani Dorkas Rambu Atahau mengungkapkan, potensi industri asuransi tahun 2021 akan tumbuh positif.

“Optimisme masyarakat tentang pandemi covid-19, yang akan berakhir dengan adanya vaksin, menumbuhkan optimisme. Keberadaan vaksinasi akan mendorong mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang tentunya akan berpengaruh pula ke dalam industri asuransi keuangan,” terangnya.

Lihat juga...