Olahraga Sepeda Diminati Warga Kota Semarang di Tengah Pandemi

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Di tengah pandemi Covid-19, bersepeda masih menjadi pilihan warga Kota Semarang. Terlebih dengan beragam rute yang ada, dari jalanan perkotaan hingga perkampungan, olahraga tersebut kian digemari.

Salah satunya, Bambang RSD, warga Gajah Raya Kota Semarang tersebut hampir setiap hari, menyempatkan diri berolahraga sepeda. Berbagai rute pun sudah pernah dilaluinya, dari tanjakan curam di kawasan Gombel, hingga jalan pedesaan di Gunungpati.

“Olahraga di masa pandemi Covid-19 ini, sangat disarankan untuk meningkatkan imunitas tubuh, namun disisi lain harus dilakukan dengan cara yang aman. Salah satunya dengan bersepeda,” paparnya, saat ditemui di sela bersepeda di Semarang, Jumat (5/2/2021).

Dipaparkan, bersepeda menjadi salah satu olahraga dengan tingkat risiko terpapar Covid-19 yang lebih rendah, dibandingkan olahraga lainnya.

“Sepeda ini kan rutenya outdoor atau di luar ruangan, sehingga sirkulasi udara lebih bagus dan luas. Potensi terpapar Covid-19 juga semakin rendah. Selain itu, dengan bersepeda, seluruh otot juga dilatih, dari kaki, lengan, bahu, semua diperkuat,” terangnya.

Tidak hanya jalur perkotaan, rute pedesaan pun menjadi pilihan Bambang RSD, salah seorang penggemar olahraga sepeda, saat ditemui di kawasan Tinjomoyo Semarang, Jumat (5/2/2021). -Foto Arixc Ardana

Di satu sisi, olahraga bersepeda di tengah pandemi Covid-19, juga tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Termasuk menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Biasanya saya bersepeda dengan rombongan tidak lebih dari 5 orang, bahkan sering kali hanya 2-3 orang. Tujuannya agar bisa tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun. Selain itu tetap memakai masker, meski sebenarnya saat olahraga kebutuhan oksigen berkali lipat,” terangnya.

Untuk tetap menjaga kebugaran, dirinya pun memastikan sudah melakukan pemanasan terlebih dulu, sebelum bersepeda. “Seperti halnya olahraga lainnya, pemanasan diperlukan, sebelum memulai aktivitas. Tujuannya agar suhu badan tidak naik secara tiba-tiba, yang justru bisa berakibat negatif dari segi kesehatan. Misalnya kram kaki, pusing dan lainnya,” tandas pria, yang berprofesi sebagai fotografer profesional tersebut.

Di lain sisi, untuk menghindari kebosanan dengan rute yang itu-itu saja, dirinya selalu mencoba rute baru setiap hari. Tidak hanya jalanan aspal di perkotaan, namun juga di lingkungan perkampungan yang jauh dari hiruk pikuk kendaraan bermotor.

“Ada banyak rute yang bisa dipilih, misalnya saya mau ke titik A, itu ada puluhan rute yang bisa menjadi alternatif pilihan. Jika mau berbeda lagi, bisa pergi ke titik lainnya,” terangnya.

Bambang juga menerangkan untuk memulai olahraga sepeda, tidak harus dengan dengan sepeda mahal yang harganya mencapai jutaan rupiah.

“Sepeda apa saja bisa, karena memang tujuan untuk berolahraga, namun jika memang ada dana, pilih sepeda yang ringan dari segi bobot namun kuat,” tandas pria yang juga ketua komunitas sepeda Photocycle Semarang tersebut.

Olahraga sepeda juga menjadi pilihan, Anggri Windasari. Dengan bersepeda, dirinya tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, namun juga bisa berkeliling ke berbagai sudut Kota Semarang. Terlebih jenis sepeda yang dipilihnya berupa road bike, yang lebih pro untuk olahraga sepeda.

“Kalau saya lebih memilih trek yang bervariatif, ada turunan dan tanjakan, seperti rute di Jembatan Sikatak Undip Tembalang, menuju arah Ungaran melewati Vihara Buddhagaya Watugong. Jalurnya cukup menantang, karena variatif tanjakan,” paparnya.

Di satu sisi, keberadaan jalur khusus sepeda di Kota Semarang, juga semakin meningkatkan minat masyarakat untuk olahraga sepeda. Jalur sepeda tersebut, dimulai dari titik nol kilometer Kota Semarang yakni di depan Kantor Pos Johar – Jalan Pemuda – Jalan Pandanaran – Lingkar Simpang Lima – Jalan Gajah Mada.

“Jalur sepeda di Kota Semarang, ditandai dengan pemasangan rambu-rambu bergambar sepeda dan garis hijau yang tertera di badan jalan. Memang masih menggunakan jalur kendaraan bermotor, namun harapannya dengan adanya garis hijau, bisa menjadi penanda,” papar Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro P Martanto, saat dihubungi.

Pihaknya berharap dengan ada jalur sepeda tersebut, meminimalisir angka kecelakaan, khususnya melibatkan pesepeda dengan pengguna kendaraan bermotor.

“Kami juga ingatkan kepada pesepeda, agar mengikuti aturan dalam bersepeda. Diantaranya, tidak boleh menggunakan alat seluler, tidak menggunakan payung, tidak mengangkut barang bermuatan berat, atau pun melewati batas marka. Kita harapkan ini bisa dipatuhi bersama, demi keselamatan berkendara,” pungkasnya.

Lihat juga...