Pabrik Jagung di Dompu Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2021

MATARAM — Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mentargetkan pabrik pengolahan jagung (cord drying center) yang sedang dalam proses pembangunan di Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat beroperasi pada pertengahan 2021.

“Sekarang masih dalam tahap pekerjaan, sudah mencapai 30 persen dan diperkirakan selesai pada Juni 2021,” kata Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Abdul Muis Sayyed Ali, di Mataram, Selasa (9/2/2021).

Ia mengatakan pembangunan pabrik pengolahan jagung tersebut bertujuan untuk menyerap hasil produksi petani yang sangat melimpah setiap tahun. Tidak hanya jagung dari Kabupaten Dompu, tetapi yang bisa diserap juga hasil produksi petani di Kabupaten Bima dan sekitarnya.

Pembangunan pusat pengolahan jagung tersebut diharapkan bisa memberikan kepastian pasar bagi para petani. Di samping untuk memenuhi kebutuhan nasional terhadap pakan ternak berbahan baku jagung.

“Jagung yang dibeli dari petani akan diolah untuk dijadikan pakan ternak. Jadi sudah jelas pasarnya,” ujar Abdul.

Kepala Bulog Bima Sawaludin Susanto menyebutkan pembangunan pabrik pengolahan jagung di lahan milik Bulog seluas 1,5 hektare tersebut menelan biaya hingga Rp82 miliar.

Pelaksanaan pekerjaan proyek dilakukan oleh salah satu Badan Usaha Milik negara di bidang konstruksi, yakni PT Brantas Abipraya.

Pabrik pengolahan jagung tersebut terdiri atas bangunan untuk alat pengering jagung berkapasitas 120 ton per hari, bangunan silo dan gudang penyimpanan.

“Pelaksanaan pembangunan pabrik on progres. Mudahan bisa selesai pada Juni 2021 nanti,” katanya. (Ant)

Lihat juga...