Padat Karya Perikanan Siap Serap 4.673 Tenaga Kerja

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, tahun 2021 ada delapan kegiatan program padat karya dengan besaran anggaran Rp405,6 miliar dengan penyerapan tenaga kerja ditargetkan mencapai sekira 4.673 orang.  Hal itu akan digunakan dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Adapun kegiatannya meliputi pembangunan irigasi perikanan tambak/kolam, minapadi, bantuan KJA budidaya laut, kluster kawasan tambak udang, dan kluster kawasan tambak udang milenial (MSF).

Selanjutnya kegiatan rehabilitasi kawasan mangrove, Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar)/irigasi lahan garam, serta pembangunan sarana dan prasarana niaga garam rakyat.

Dari delapan kegiatan padat karya itu, KKP memperkirakan penyerapan tenaga kerja mencapai 4.673 orang. Di mana besaran upah yang akan mereka terima di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 ribu per hari per orang.

“Kami akan mengkaji lagi, kegiatan-kegiatan tersebut, agar dapat dikerjakan oleh tenaga kerja manusia,” ujar Menteri Trenggono mengaku telah  dibahas dalam Koordinasi Pembahasan Program Padat Karya yang dipimpin bersama Menko Marves Luhut Pandjaitan, berdasar keterangan tertulis yang diterima Cendana News, Senin (15/2/2021).

Menteri Trenggono mengupayakan penyerapan tenaga kerja bisa lebih banyak dari estimasi yang ada. Dia meminta semua jajaran di KKP untuk mengutamakan penggunaan tenaga kerja manusia dalam menjalankan program tersebut dibanding menggunakan peralatan atau mesin.

Begitupun untuk bahan baku dalam pelaksanaan program dibeli dari masyarakat, contohnya bibit mangrove dan lainnya. Sehingga bisa lebih optimal dalam pemerataan perputaran uangnya.

“Misalnya soal irigasi perikanan di DJPB. Sebisa mungkin kegiatan ini dilakukan oleh orang semuanya. Tidak perlu dengan beckhoe, tapi dengan cangkul. Saya juga minta kepada Dirjen PRL supaya bibit (mangrove) dimungkinkan untuk dibeli dari masyarakat, selain dari pekerjaan penanaman,” urainya.

Trenggono memastikan pelaksaan Program Padat Karya sektor kelautan dan perikanan dapat segera dilakukan.

“Ini sesuai arahan Menteri Luhut, bahwa program padat karya harus sudah berjalan sebelum bulan Ramadan 2021. Tujuannya agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan selama bulan puasa hingga hari raya,” tukasnya berharap  menjelang lebaran sudah selesai kegiatannya.

Pelaksanaan program padat karya tahun lalu mampu menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja, khusus untuk kegiatan restorasi terumbu karang. Luasan yang direstorasi bahkan melebihi target. Dari yang semula 50 haktare menjadi 74.3 haktare atau setara 95.768 struktur.

Lihat juga...