Pakar: BSI Perkuat Aset Bank Syariah

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pakar ekonomi syariah, Adiwarman Karim menilai dengan telah diluncurkannya Bank Syariah Indonesia (BSI) dapat memperbesar aset dan kekuatan perbankan syariah. 

Penggabungan tiga bank syariah nasional milik pemerintah,  yaitu Bank Syariah Mandiri (BSM), BRI Syariah dan BNI Syariah menjadi BSI digadang dapat meningkatkan total aset entitas mencapai Rp 214,6 triliun, dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun.

Menurutnya, BSI merupakan gerbang kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, yang kontribusinya akan sangat signifikan

“Diluncurkan Bank Syariah Indonesia bisa tingkatkan aset entitas mencapai Rp 215 triliun,” ujar Adiwarman kepada Cendana News saat dihubungi, Selasa (2/2/2021).

Kebangkitan perbankan syariah menurutnya, juga dapat meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah. Mengingat sekarang ini kata dia, literasi keuangan syariah di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara  lainnya.

Pengamat ekonomi syariah, Irfan Syauki Beik, pada webinar Baznas yang diikuti Cendana News di Jakarta, Kamis (26/11/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Pengamat ekonomi syariah, Irfan Syauki Beik juga berharap kelahiran BSI dapat menjadi energi baru bagi industri perbankan syariah nasional.

Sehingga menurutnya, dalam melakukan penetrasi pasar menjadi lebih luas bisa naik dari kisaran 6 persen saat ini.

“Lahirnya BSI, diharapkan bisa tingkatkan pangsa pasar perbankan syariah dari 6 persen menembus angka 2 digit dalam kurun waktu 5 tahun kedepan,” ujar Irfan kepada Cendana News.

Sehingga menurutnya, BSI dapat mememberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat dan bangsa.

Transformasi nilai-nilai ekonomi syariah yang bersifat univetsal dan inklusif dari BSI diharapkan dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan mendasar dalam perekonomian.

“Yakni seperti masalah kemiskinan dan kesenjangan,” pungkasnya.

Lihat juga...