Pakar Ingatkan Pentingnya Peta Rawan Banjir

Ilustrasi. Banjir di Karawang – Foto Ant

PURWOKERTO – Pakar Hidrologi dan Sumber Daya Air Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Yanto, Ph.D., kembali mengingatkan pentingnya peta rawan banjir guna mendukung upaya mitigasi bencana.

“Peta rawan banjir ini bisa mendukung upaya penyebarluasan informasi agar lebih tepat sasaran,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (28/2/2021).

Dia mencontohkan, salah satu upaya efektif dalam upaya mitigasi bencana banjir adalah dengan memberikan peringatan kepada masyarakat bila memasuki daerah rawan banjir.

“Dengan adanya peta rawan banjir, maka layanan lokasi yang ada di perangkat gawai masyarakat dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara langsung dan terfokus, saat ada warga yang memasuki daerah rawan banjir,” katanya.

Dia menjelaskan, penyebarluasan informasi memang mutlak diperlukan, agar upaya mitigasi bencana dapat berjalan efektif.

“Pada saat ini, informasi prakiraan cuaca yang dibuat oleh BMKG dan LAPAN makin baik berkat data satelit dan radar yang memproduksi data ‘near real time’,” katanya.

Kendati demikian, menurut dia pengalihragaman data hujan menjadi prakiraan bencana banjir memang membutuhkan usaha yang cukup menantang.

“Penelitian untuk membuat model prakiraan banjir secara spasial perlu digalakkan, untuk menghasilkan prakiraan wilayah yang banjir yang lebih akurat,” katanya.

“Karena itu, upaya lain yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan peringatan kepada masyarakat bila memasuki daerah rawan banjir,” katanya.

Dia mencontohkan, bila prakiraan BMKG menyebutkan akan ada hujan besar di wilayah Bogor, maka penduduk yang tinggal di daerah rawan banjir di Jakarta, seperti Cipinang Melayu, akan mendapatkan peringatan secara langsung melalui gawai dari BPBD.

“Dengan model penyampaian informasi seperti ini diharapkan masyarakat lebih peduli jika banjir diperkirakan terjadi di wilayahnya,” katanya.

Sebelumnya, dia juga mengatakan untuk membuat peta rawan banjir bisa dilakukan dengan mendasarkan pada simulasi kejadian hujan ekstrem yang terjadi pada suatu wilayah, hingga nantinya dapat dipergunakan sebagai materi dalam pengembangan sistem informasi bencana banjir.

Kendati sederhana, namun sistem informasi sangat bermanfaat secara luas, terutama sebagai media untuk mengumumkan kemungkinan terjadinya banjir di daerah-daerah rawan kepada masyarakat yang ada di sekitar. (Ant)

Lihat juga...