Pakar Sarankan Sumbar Hilirisasi Produk Pertanian

PADANG – Pakar ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dr. Yasri, MS., memberi saran kepada Gubernur Sumbar dan kepala daerah yang baru dilantik untuk melakukan hilirisasi produk pertanian dalam mempercepat pemulihan ekonomi di Sumbar.

“Saran saya, pemerintah perlu melakukan hilirisasi pertanian, artinya bagaimana membuat produk-produk pertanian mulai dari hasil peternakan, perkebunan maupun perikanan dan lainnya bisa diolah menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi,” katanya di Padang, Minggu (28/2/2021).

Menurut dia, ekonomi baru berkembang jika hal itu bisa dilakukan dengan cepat, sehingga pendapatan masyarakat akan meningkat, dan jika diolah lebih lanjut serta didistribusikan, akan lebih banyak menciptakan lapangan kerja.

Namun, sayangnya masyarakat belum mampu mengolah produk pertanian sendiri, maka di sinilah peranan pemerintah untuk mendorong pengembangan usaha kecil tersebut.

“Kuncinya bagaimana gubernur dan jajaran membangun usaha-usaha kecil pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya supaya bisa diolah oleh masyarakat dan menghasilkan nilai jual yang lebih bagus lagi,” ujar Wakil Rektor IV Universitas Negeri Padang (UNP) itu.

Kemudian, ekonomi Sumbar juga sangat tergantung pada sektor pariwisata, namun sekarang sektor itu sedang terganggu, dan yang perlu dilakukan pemerintah adalah mempersiapkan diri dengan membenahi segala sesuatunya.

“Sehingga jika pandemi berlalu dan wisatawan kembali ramai ke Sumbar, maka Sumbar sudah siap memamerkan baik itu objek wisatanya maupun produk yang dimiliki oleh Sumbar,” ucapnya.

Untuk mengolah produk pertanian tersebut, menurutnya yang dibutuhkan sebenarnya adalah adanya inovasi dan kreativitas serta kerja sama semua pihak.

Terkait modal, jika saat ini anggaran banyak disedot untuk Covid-19, bisa menggunakan dana milik Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dan untuk mendorongnya perlu kerja sama semua pihak, termasuk perguruan tinggi.

Lebih lanjut ia mengatakan, Perguruan Tinggi juga punya tanggung jawab karena ada Tridarma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian masyarakat, dan pihaknya telah melakukan pengabdian dan pembinaan, tapi sayangnya tidak ada pengembangan setelah itu.

“Sama halnya dengan pariwisata, kami membina desa-desa wisata di Sumbar, nah ini terus dikembangkan, hendaknya dan kalau ada kolaborasi antara semua pihak tentu ini akan lebih bagus,” kata dia.

Kemudian, permodalan juga bisa dibantu melalui CSR di perusahaan milik negara untuk mendanai ekonomi masyarakat di pedesaan, walaupun tidak terlalu besar setidaknya masih bisa membantu.

“Jika kekuatan di Perguruan tinggi dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam melakukan penelitian terhadap produk-produk yang bisa dihasilkan disatukan dengan perusahaan negara yang membantu permodalan, serta adanya dukungan pemerintah, maka ekonomi akan bisa bangkit,” ucapnya.

Dia menyampaikan, saat ini kemampuan generasi muda juga perlu dikembangkan karena biasanya anak muda lebih kreatif, sehingga bisa memberikan ide-ide yang baru.

Dia berharap pada gubernur dan kepala daerah kabupaten dan kota untuk melakukan koordinasi itu dengan mengajak semua pihak terkait duduk bersama, dan memikirkan aksi nyata mengenai apa yang harus dilakukan. (Ant)

Lihat juga...