Palangka Raya Kembali Berstatus Zona Merah COVID-19

Perkembangan COVID-19 Kalteng pada Senin, (8/2/2021) – Foto Ant

PALANGKA RAYA – Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali masuk dalam kategori risiko tinggi atau zona merah, risiko penularan COVID-19. Hal itu disampaikan Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kalimantan Tengah, dalam pernyataan resmi hasil penilaian risiko kenaikan kasus, berdasarkan Rilis Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19 pada 7 Februari 2021.

“Risiko tinggi atau zona merah sebanyak satu daerah yakni Palangka Raya dengan skor 1,79 status terdampak,” kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kalteng, Sugianto Sabran, melalui Kepala Bagian Kehumasan Satgas, Agus Siswadi, Senin (8/2/2021).

Sedangkan 11 kabupaten lainnya, disebutkan memiliki risiko sedang atau berstatus zona oranye. Daerah tersebut adalah, Gunung Mas dengan skor 1,94, Barito Timur dengan skor 2,1 status dan Kapuas dengan skor 2,17. Kotawaringin Barat dengan skor 2,17, Murung Raya dengan skor 2,18, Barito Selatan dengan skor 2,18 dan Lamandau dengan skor 2,23. Sukamara dengan skor 2,25, Kotawaringin Timur dengan skor 2,25, Pulang Pisau dengan skor 2,28 dan Barito Utara dengan skor 2,39.

Selanjutnya risiko rendah atau zona kuning ada di dua kabupaten, Katingan dengan skor 2,45 dan Seruyan dengan skor 2,47. Jika dibandingkan data minggu sebelumnya, pada 31 Januari 2021, maka ada dua kabupaten dan kota yang mengalami perubahan risiko karena ada kenaikan kasus adalah Palangka Raya dari risiko sedang (zona oranye) menjadi risiko tinggi (zona merah).

Serta Barito Utara, dari risiko rendah (zona kuning) menjadi risiko sedang (zona oranye). Selanjutnya dilihat secara keseluruhan hasil penilaian risiko kenaikan kasus penyebaran COVID-19, maka Kalimantan Tengah berada pada resiko sedang (zona oranye), dengan skor 2,15 status terdampak. (Ant)

Lihat juga...